kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Didakwa Perdagangan Narkoba AS, Gubernur Sinaloa Kembali Ajukan Cuti


Minggu, 23 Agustus 2026 / 08:49 WIB
Didakwa Perdagangan Narkoba AS, Gubernur Sinaloa Kembali Ajukan Cuti
ILUSTRASI. Piala Dunia - Pendukung Timnas Meksiko (IMAGN IMAGES via Reuters/KIYOSHI MIO)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MEXICO CITY. Gubernur Sinaloa Ruben Rocha kembali mengajukan cuti dari jabatannya pada Sabtu (22/8/2026), hanya beberapa hari setelah kembali bertugas. Rocha diketahui telah didakwa jaksa federal Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan narkoba, suap, dan memberikan perlindungan kepada kartel.

Kembalinya Rocha ke pemerintahan Sinaloa sebelumnya mendapat penolakan dari pemerintah Meksiko dan partai berkuasa Morena. Partai tersebut menuding Rocha lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan masyarakat.

Pada Sabtu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga memperingatkan melalui platform X bahwa kekuasaan tanpa prinsip menjadi kesombongan. Pernyataan tersebut semakin memperuncing polemik politik terkait kembalinya Rocha ke jabatannya.

Baca Juga: Ekonomi Tertekan, Jerman Pacu Reformasi untuk Dongkrak Pertumbuhan

Menanggapi pernyataan Sheinbaum, Rocha melalui X menyampaikan bahwa Sinaloa, bangsa, dan gerakan transformasi berada di atas segala hal.

Rocha yang berusia 77 tahun dan merupakan anggota partai Morena, kembali menjabat pada Jumat (21/8/2026), setelah menjalani cuti selama lebih dari tiga bulan menyusul dakwaan terkait perdagangan narkoba dari otoritas Amerika Serikat.

Pada April 2026, jaksa AS menuduh Rocha bersama sembilan pejabat aktif dan mantan pejabat lainnya bersekongkol dengan salah satu faksi Kartel Sinaloa yang dikenal sebagai Los Chapitos.

Menurut jaksa AS, kelompok tersebut membantu Los Chapitos menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat sebagai imbalan atas dukungan politik dan suap.

Langkah pemerintah Amerika Serikat tersebut menjadi salah satu tindakan langka dalam pemberantasan kartel yang tidak hanya menyasar pimpinan kelompok narkoba, tetapi juga melibatkan pejabat senior Meksiko yang masih menjabat.

Rocha membantah tuduhan tersebut dan menyebut kasus yang diajukan Amerika Serikat sebagai serangan bermotif politik terhadap gerakan politik yang dipimpin Sheinbaum.

Pengajuan cuti terbaru Rocha menambah tekanan politik terhadap pemerintahannya di Sinaloa, sekaligus memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara dirinya, pemerintah pusat, dan partai Morena terkait dugaan hubungan dengan kelompok kartel narkoba.

Baca Juga: Daftar 20 Podcaster dengan Penghasilan Tertinggi di Dunia pada 2026




TERBARU

[X]
×