kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Dikritik Trump karena terlalu fokus ke China, ini pembelaan bos WHO


Kamis, 09 April 2020 / 04:35 WIB
Dikritik Trump karena terlalu fokus ke China, ini pembelaan bos WHO
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan persatuan dan penghentian “politisasi” krisis kesehatan global. Dia bahkan secara khusus mendesak China dan Amerika Serikat untuk menunjukkan “kepemimpinan yang jujur”.

Melansir Reuters, Tedros mengatakan bahwa ia mengharapkan dana AS untuk terus berlanjut dengan dukungan bipartisan tradisional.

Asal tahu saja, menurut angka AS, kontribusi AS untuk WHO pada 2019 melebihi US$ 400 juta, hampir dua kali lipat dari donor negara terbesar kedua. Situs web WHO menunjukkan, Amerika Serikat merupakan donor utama organisasi dunia itu, dengan menyumbang hampir 15% dari anggaran.

Baca Juga: Terlalu fokus ke China, Donald Trump ancam tahan dana untuk WHO

"Kami terus memberi informasi kepada dunia tentang data terbaru, informasi, dan bukti," kata Tedros, mencatat bahwa Kamis akan menandai 100 hari sejak China pertama kali memberi tahu organisasi tentang kasus "pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui" pada 31 Desember.

Tedros, seorang mantan menteri luar negeri Ethiopia, juga menolak saran Trump bahwa WHO adalah "China-sentris". Dia mengatakan, "Kami dekat dengan setiap negara, kami buta warna."

Sebelumnya, Dr Bruce Aylward, penasihat senior Tedros, juga membela hubungan agen AS dengan China, dengan mengatakan pekerjaannya dengan otoritas Beijing penting untuk memahami wabah tersebut.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, pukulan telak bagi pencari nafkah harian

"Sangat penting pada awal wabah ini untuk memiliki akses penuh ke segala hal yang mungkin, untuk turun ke bawah dan bekerja dengan China untuk memahami hal ini," kata Aylward, yang memimpin misi pakar WHO ke China pada Februari.



TERBARU

[X]
×