kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Dilarang produksi di India, Poonwalla gandeng perusahaan luar negeri (4)


Jumat, 19 Oktober 2018 / 16:13 WIB
ILUSTRASI. FENOMENA - Cyrus Poonawalla


Reporter: Puspita Saraswati | Editor: Tri Adi

Dalam perjalanan bisnisnya, Poonwala sempat menjajal memulai produksi mobil mewah. Tapi usaha itu gagal karena mahalnya biaya produksi.

Kini Poonawalla justru menjadi kolektor mobil mewah, sport, helikopter hingga jet pribadi. Setidaknya ada lebih dari 58 koleksi kendaraan mewah milik Poonawalla. Di antaranya Ferrari F-430, Rolls Royce, Bentleys, Cessna 560XL, Citation Excel jet, helikopter Bell 407 dan yang terakhir ia menambah jet bisnis Falcon 900EX menjadi koleksi barunya.

Poonawalla juga memiliki bisnis hospitality. Di Pune, India, Poonawalla memiliki 50% aset dari 200 kamar mewah hotel dengan brand Ritz Carlton. Ia memang telah melakukan diversifikasi bisnis di bidang properti sejak membeli Lincoln House, kemudian 50% kepemilikan saham Ritz Carlton.

Poonwalla sempat menawar Grosvenor House Hotel, sebuah properti hotel yang terletak di kawasan elit London. Ia beradu tawar menawar dengan Keluarga Kerajaan Qatar dan juga Sultan Brunei. Grosvenor House Hotel sendiri merupakan aset paling berharga di dunia, dimiliki oleh Sahara Group yang saat itu mengalami tekanan likuiditas.

Pada penawaran awal, Poonawalla memasang di angka 475 juta. Ia juga sempat menaikkan tawarannya menjadi 550 juta. Tapi pada akhirnya niat tersebut gagal.

Bukan tanpa alasan mengapa Poonawalla getol dalam melakukan penawaran pembelian Grosvenor House Hotel, sebab selain ia dan keluarganya minimal dua kali dalam sebulan selalu bertandang ke London, Poonawalla juga menyadari Grosvenor House Hotel dapat jadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Poonawalla masih terus menjalankan bisnis vaksin hingga menjadi produsen vaksin terbesar di India. Distribusi vaksin perusahaan ini telah mencapai 170 negara. Kekayaannya mencapai US$ 8,3 miliar versi Majalah Forbes.

(Selesai)




TERBARU

[X]
×