kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 5.985   101,45   1,72%
  • KOMPAS100 779   15,05   1,97%
  • LQ45 589   10,74   1,86%
  • ISSI 207   4,02   1,97%
  • IDX30 333   6,16   1,88%
  • IDXHIDIV20 409   7,10   1,77%
  • IDX80 88   1,69   1,95%
  • IDXV30 111   2,40   2,20%
  • IDXQ30 107   1,96   1,87%

Ditemukan di Singapura dan Malaysia, virus corona bermutasi 10 kali lebih menular


Rabu, 19 Agustus 2020 / 00:05 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Mutasi virus corona baru yang 10 kali lebih menular baru-baru ini terdeteksi di Malaysia. Ternyata, jenis virus corona yang bermutasi menjadi sangat menginfeksi tersebut juga ditemukan di Singapura.

Paul Tambyah, konsultan senior di National University of Singapore dan Presiden International Society of Infectious Diseases yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan kepada Reuters, mutasi D614G dari virus corona juga telah terdeteksi di Singapura.

Bahkan, Dr Sebastian Maurer-Stroh, Wakil Direktur Eksekutif Penelitian Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), Selasa (18/8), mengungkapkan, mutasi D614G telah terdeteksi sejak akhir Februari lalu.

Baca Juga: Terdeteksi di Malaysia, virus corona bermutasi jadi 10 kali lebih menular

Namun, dia menyebutkan, tindakan penahanan saat ini berhasil "mencegah penyebaran skala besar" dari mutasi virus corona tersebut di Singapura.

"Karena varian ini telah beredar secara global, maka bisa ada di negara mana pun, dan setiap negara dengan pengawasan aktif telah melihatnya, terutama terkait dengan kasus impor dari pelancong," kata Dr Maurer-Stroh kepada Channel News Asia.

Menurut dia, virus corona berevolusi secara alami melalui seleksi, dan kebanyakan mutasi tidak berpengaruh. Mutasi lain mungkin tidak menyebabkan gejala klinis yang lebih parah, tetapi membuat virus itu "lebih berhasil dibanding yang lain".

Tidak berarti virus akan menjadi lebih ganas 




TERBARU

[X]
×