kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 16.983   -34,00   -0,20%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Dolar AS Tahan Pelemahan, Sentimen Risiko Kembali Menguat Jelang Rapat Bank Sentral


Rabu, 18 Maret 2026 / 07:17 WIB
Dolar AS Tahan Pelemahan, Sentimen Risiko Kembali Menguat Jelang Rapat Bank Sentral
ILUSTRASI. Uang kertas dolar terlihat dalam ilustrasi gambar ini yang diambil pada 28 April 2017. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dolar AS tercatat menahan pelemahan pada Rabu (18/3/2026), seiring sentimen risiko yang kembali muncul di pasar menjelang serangkaian keputusan penting bank sentral global.

Yen Jepang menguat dari level sebelumnya yang memunculkan kekhawatiran intervensi oleh Bank of Japan, menjelang pertemuan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan Presiden Donald Trump di Washington.

Sementara itu, euro stabil setelah dua hari menguat menjelang rapat European Central Bank (ECB).

Baca Juga: BHP Tunjuk Brandon Craig Jadi CEO, Gantikan Mike Henry

Dolar tetap menjadi satu-satunya mata uang safe haven selama krisis Timur Tengah yang kini memasuki minggu ketiga.

Konflik ini kembali memanas setelah Iran mengonfirmasi kematian kepala keamanan mereka, Ali Larijani, oleh Israel tokoh paling senior yang menjadi target sejak hari pertama perang AS-Israel terhadap Iran.

“Volatilitas sebagian besar mereda karena pergerakan harga energi yang relatif tenang semalam. Tapi risiko sama sekali belum berkurang,” kata Kyle Rodda, analis senior di capital.com.

“Bahkan, ini bisa memicu pergerakan risk-on yang cepat di pasar, seiring AS tampak menguasai kendali Selat Hormuz dari Iran.”

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, diperdagangkan di 99,56 setelah turun selama dua hari berturut-turut.

Euro sedikit berubah di level US$1,1538 per dolar, sedangkan yen menguat 0,06% menjadi 158,91 per dolar. Sterling stabil di US$1,3353.

Baca Juga: Ancaman Lockout BP: Nasib Ratusan Pekerja & Harga BBM Melambung?

Dolar sempat mencapai level tertinggi 10 bulan pada akhir pekan lalu, seiring konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mendorong investor mencari aset aman di AS.

Dampak krisis ini juga terlihat pada diplomasi dan perdagangan internasional, termasuk keputusan Trump menunda perjalanan ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping yang semula dijadwalkan 31 Maret–2 April 2026.

PM Takaichi dijadwalkan bertolak ke Washington Rabu malam. Federal Reserve akan mengumumkan kebijakan moneternya Rabu, sementara ECB, Bank of England, dan Bank of Japan akan mengikuti sehari kemudian.

Semua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, meski komentar terkait inflasi dan prospek ekonomi akan menjadi fokus pasar di tengah perang AS-Israel–Iran.

Ekspektasi pelonggaran suku bunga dari Federal Reserve juga menurun, dengan pasar kini memperkirakan hanya sekitar 25 basis poin pemotongan sepanjang 2026.

Baca Juga: Unilever Pertimbangkan Lepas Bisnis Makanan, Apa Alasannya?

Di sisi ECB, pasar kini memproyeksikan hampir dua kali kenaikan suku bunga pada 2026, berbanding terbalik dari peluang pemotongan sekitar 50% sebelum konflik.

Di pasar Asia-Pasifik, dolar Australia menguat 0,06% menjadi US$0,7106, sementara dolar Selandia Baru melemah 0,02% menjadi US$0,5856.

Sementara itu, di pasar kripto, bitcoin turun 0,48% ke US$74.193,50 dan ether turun tipis 0,04% menjadi US$2.327,66.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×