kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dolar Tertekan Kamis (7/5) Pagi, Pasar Optimistis Iran dan AS Dekati Kesepakatan


Kamis, 07 Mei 2026 / 09:37 WIB
Dolar Tertekan Kamis (7/5) Pagi, Pasar Optimistis Iran dan AS Dekati Kesepakatan
ILUSTRASI. Forex - Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak melemah pada perdagangan Kamis (7/5/2026), seiring meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan meredanya konflik antara Iran dan AS di Timur Tengah.

Optimisme tersebut turut mendorong penguatan sejumlah mata uang yang sensitif terhadap harga minyak, sementara yen Jepang mendapat dukungan tambahan dari spekulasi intervensi otoritas Jepang di pasar valuta asing.

Baca Juga: Indeks KOSPI Sempat Sentuh Rekor Tertinggi, Investor Asing Mulai Taking Profit

Melansir Reuters, Iran pada Rabu (6/5) menyatakan tengah meninjau proposal perdamaian dari AS.

Proposal tersebut, menurut sejumlah sumber, berpotensi mengakhiri perang secara formal, meski belum menyelesaikan tuntutan utama Washington terkait penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Analis menilai, ketidakpastian masih tinggi, terutama jika kesepakatan nantinya tidak benar-benar membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute vital distribusi minyak dunia.

“Kami masih belum melihat adanya kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz atau hanya sekadar gencatan senjata tanpa pemulihan distribusi minyak,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global RBC Capital Markets, Helima Croft.

Baca Juga: Rupiah Menguat Kamis (7/5), Dolar Taiwan Jadi Mata Uang Asia Terkuat Hari Ini

Menurut Croft, sebagian pelaku pasar memang melihat memorandum satu halaman untuk melanjutkan negosiasi selama 30 hari sebagai kemajuan positif.

Namun, hal tersebut belum tentu langsung memulihkan lalu lintas kapal dan produksi minyak secara normal.

Harapan deeskalasi konflik sebelumnya sempat menekan harga minyak dunia dan mengurangi kekhawatiran inflasi global.

Kondisi tersebut ikut menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield) dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.

Indeks dolar AS tercatat berada di level 97,950 atau masih jauh di bawah posisi tertinggi pekan lalu di level 99,092.

Baca Juga: Korea Utara Tegaskan Tak Terikat pada Perjanjian Non Proliferasi Senjata Nuklir

Di pasar mata uang, euro menguat sekitar 0,1% ke level US$ 1,1757 setelah sempat menyentuh posisi tertinggi dua pekan di US$ 1,1797.

Penguatan euro terjadi karena Eropa dinilai lebih diuntungkan ketika harga minyak turun, mengingat kawasan tersebut sangat bergantung pada impor energi.

Sementara itu, yen Jepang juga menguat setelah muncul spekulasi bahwa otoritas Jepang kembali melakukan intervensi untuk menopang mata uangnya. Dolar AS sempat turun hingga level 155 yen sebelum akhirnya bergerak di kisaran 156,15 yen.

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, yang menegaskan pemerintah Jepang tidak dibatasi untuk melakukan intervensi di pasar valas.

Baca Juga: Krisis Energi Timur Tengah Bayangi KTT ASEAN di Filipina

Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dilaporkan akan bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pekan depan untuk membahas upaya meredam aksi spekulatif terhadap yen.

Reuters sebelumnya melaporkan otoritas Jepang diduga telah menggelontorkan sekitar US$ 35 miliar untuk mendukung yen sejak pekan lalu. Sejak saat itu, pasar mencatat beberapa lonjakan tajam penguatan yen hingga Rabu (6/5).


Video Terkait



TERBARU

[X]
×