kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Perintah Donald Trump: Gubernur negara bagian Amerika Serikat lebih keras ke perusuh


Selasa, 02 Juni 2020 / 03:29 WIB
Perintah Donald Trump: Gubernur negara bagian Amerika Serikat lebih keras ke perusuh
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump deplanes from Air Force One as he returns to Washington after travel to the Kennedy Space Center in Florida at Joint Base Andrews, Maryland, U.S., May 27, 2020. REUTERS/Jonathan Ernst

Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan kepada seluruh gubernur di negara bagian Amerika Serikat untuk bertindak tegas dan keras kepada demonstran yang anarkhis dan berbuat rusuh.

Presiden Donald Trump, mengaku gelisah dan merasa tertekan setelah tiga malam berturut-turut terjadi protes keras dan berujung menjadi kerusuhan di puluhan kota di seluruh negeri Amerika Serikat.

Donald Trump mengatakan hal ini kepada para gubernur negara bagian dalam sebuah video conference yang berlangsung Senin (1/6) 

Trump memerintahkan gubernur negara bagian Amerika Serikat untuk tidak lemah dan lebih agresif dengan menangkap pengunjuk rasa dengan kekuatan. 

Sebab Trump percaya dengan unjuk kekuatan kepada demonstran maka mereka akan menanggapi.

"Anda harus mendominasi atau Anda akan terlihat seperti sekelompok brengsek, Anda harus menangkap dan mengadili orang," kata Presiden, menurut rekaman audio yang diperoleh CNN. 

"Ini sebuah gerakan, jika Anda tidak meletakkannya, itu akan semakin buruk. "Satu-satunya waktu keberhasilan adalah ketika Anda lemah dan sebagian besar dari Anda lemah," kata Trump.

Semenara CBS News menyebut Trump memerintahkan gubernur keras kepada pengunjuk rasa dan mendorong mereka untuk menangkap lebih banyak orang dan memasukkan mereka ke dalam penjara selama 10 tahun. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji pasukan Garda Nasional dan pengawal presiden (Paspampres) atau Screet Services karena melakukan "pekerjaan besar" dalam menanggapi protes yang berubah menjadi kekerasan di Minnesota.

Aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan sedang merebak di beberapa kota di Amerika Serikat stelah meninggalnya seorang pria Afrika-Amerika saat ditangkap oleh polisi.

Dalam tweet pada hari Minggu, setelah malam kekerasan di puluhan kota A.S., Trump menyalahkan "anarkis yang dipimpin ANTIFA" karena memicu kekacauan.

“Other Democrat run Cities and States should look at the total shutdown of Radical Left Anarchists in Minneapolis last night. The National Guard did a great job, and should be used in other States before it is too late!" katanya 

Ia menyatakan kota-kota dan negara-negara bagian lainnya harus melihat total langkah penghentian aksi radikal sayap kiri anarkis di Minneapolis pada Minggu malam. Ia memuji Garda Nasional telah melakukan pekerjaan yang hebat, "Dan harus digunakan di negara-negara bagian lain yang berlum melakukan! " katanya.

Trump menuding Antifa sebagai organisasi teroris. Seperti kita tahu organisasi teroris adalah label yang inheren secara politis, mudah disalahgunakan untuk memusuhi lawan politik. 

Menurut Hina Shamsi, Project Direrctor Keamanan Nasional di American Civil Liberties Union bahwa tidak ada dasar hukum untuk menunjuk suatu kelompok teroris domestik atau di dalam negeri Amerika Serikat. "Penunjukan seperti itu akan menimbulkan proses hukum yang signifikan dan keprihatinan Amandemen Pertama," katanya

The Anti-Defamation League menggambarkan Antifa yang ditudingkan oleh Trump sebagai kelompok terbuka, jaringan, dan individu yang percaya pada oposisi aktif dan agresif terhadap gerakan sayap kanan. 

Kerusuhan di seluruh Amerika merebak dalam enam hari terakhir. Kerusuhan ini awalnya berupa aksi protes damai setelah kematian George Floyd, 46 tahun, seorang warga Amerika keturunan Afrika di Minneapolis. 

George Floyd, meninggal kehabisan nafas setelah salah seorang perwira polisi kulit putih yang mengeroyoknya mencekek lehernya dengan dengkul lebih dari delapan menit sehingga Floyd meninggal.

Negara bagian dan kota-kota di Amerika Serikat telah memberlakukan jam malam. Setidaknya ada 25 kota, termasuk Washington, dan di 16 negara bagian A.S.

Trump hari Senin (1/6) ini dijadwalkan dengan beberapa gubernur negara bagiaan melalui konferensi video, juga penegak hukum dan pejabat keamanan nasional untuk mencari jalan keluar agar Amerika Serikat tetap aman.

Seperti kita tahu kerusuhan telah berlansgun beberapa malam berturut-turut. Bahkan kerusuhan mendekati kediaman Donald Trump, yakni gedung Putih. Pihak berwenang menghadapi pengunjuk rasa di Lafayette Square lagi Minggu malam. 
Sementara petugas pemadam kebakaran memadamkan api di ruang bawah tanah Gereja St. John yang bersejarah di seberang jalan dari Gedung Putih.

Minggu malam sempat terjadi kedaan mencekam saat lampu yang biasanya bersinar di luar Gedung Putih kediaman presiden dan kantor dimatikan.

VOE menyebut ada juga laporan media yang mengatakan bahwa pada Jumat malam Secret Service membawa Trump untuk dievakuasi ke bunker bawah tanah Gedung Putih untuk waktu yang singkat karena banyaknya kehati-hatian.

"Gedung Putih tidak mengomentari protokol dan keputusan keamanan," kata juru bicara Gedung Putih, Judd Deere, kepada VOA ketika ditanya tentang laporan tersebut.

Di sisi sisi lain pada Sabtu malam, ketika polisi menggunakan semprotan gas air mata untuk mendorong kembali ratusan pengunjuk rasa, para pengacau menghancurkan jendela the Ronald Reagan Presidential Foundation and Institute di blok 1400 Pennsylvania Avenue, dua bank dan lusinan kantor bisnis lainnya dirusak dan dijarah massa yang tak jauh dari White House dan kawasan elite Georgetown 

"Kekerasan itu dilakukan oleh "kelompok terorganisir yang lebih condong pada kehancuran daripada protes," kata Walikota Washington Muriel Bowser kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat berjalan di sekitar daerah itu pada jam 3 pagi untuk melihat banyak bisnis yang telah diserang oleh perusuh. 




TERBARU

[X]
×