kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45759,60   -5,01   -0.66%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

DPR Amerika Serikat akan lakukan voting untuk batasi aksi militer terkait Iran


Senin, 06 Januari 2020 / 13:34 WIB
DPR Amerika Serikat akan lakukan voting untuk batasi aksi militer terkait Iran
ILUSTRASI. Ketua SPR Amerika Serikat Nancy Pelosi. (31/10/2019). REUTERS/Joshua Roberts

Sumber: Reuters | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengatakan legislatif akan melakukan pemungutan suara soal resolusi kekuatan pada minggu ini untuk membatasi tindakan militer Presiden Donald Trump mengenai Iran.

"Resolusi ini mirip dengan resolusi yang diperkenalkan oleh Senator Tim Kaine di Senat," kata Pelosi dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu malam seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Peringatkan pembalasan besar, Trump bersikeras soal ancaman serang situs budaya Iran

"Hal ini menegaskan kembali tanggung jawab pengawasan yang telah lama ditetapkan oleh Kongres dengan mengamanatkan bahwa jika tidak ada tindakan Kongres lebih lanjut yang diambil, permusuhan militer sehubungan dengan Iran berhenti dalam waktu 30 hari," jelasnya.

Resolusi tersebut kemungkinan akan memenangkan persetujuan di Dewan yang dipimpin Demokrat, tetapi prospek untuk lolosnya kurang pasti di tingkat Senat yang dikendalikan oleh Republikan.

Pasalnya banyak dari mereka yang mengatakan dukungan terhadap tindakan presiden kepada Iran.

Di sisi lain, parlemen Irak meminta AS dan pasukan asing lainnya untuk pergi dari negaranya ketika serangan balasan terhadap pembunuhan atas seorang jenderal top Iran makin meningkat.

Baca Juga: Pasca kematian jenderal, Iran tawarkan hadiah Rp 1,120 triliun untuk kepala Trump

Sementara Trump malah meningkatkan ancaman untuk menargetkan situs-situs budaya Iran jika Iran melakukan pembalasan.

Trump juga mengancam sanksi terhadap Irak dan mengatakan bahwa jika pasukan AS diminta untuk pergi, pemerintah Irak harus membayar Washington untuk biaya pangkalan udara sangat luar biasa.



TERBARU

[X]
×