kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Dua Helikopter SH-60 Tentara Beladiri Jepang Jatuh, 1 Meninggal, 7 Hilang


Senin, 22 April 2024 / 18:58 WIB
Dua Helikopter SH-60 Tentara Beladiri Jepang Jatuh, 1 Meninggal, 7 Hilang
ILUSTRASI. Helikopter SH-60 Tentara Beladiri Jepang Foto X/ @f4ejk


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - TOKYO - Dua helikopter militer milik tentara beladiri Jepang mengalami kecelakaan.

Menteri Pertahanan Minoru Kihara, Minggu (21/4) menyatakan dua helikopter angkatan laut Jepang jatuh ke laut saat latihan, menewaskan sedikitnya satu dari delapan awak di dalamnya, .

Kedua helikopter patroli SH-60 sedang melakukan latihan anti-kapal selam pada Sabtu malam di dekat Torishima di kelompok pulau terpencil Izu, di lepas pantai selatan Jepang tengah.

Baca Juga: Bursa Saham Jepang Jatuh Lebih dari 2% Senin (11/3), Saham chip Merosot, Yen Menguat

Menteri Pertahanan mengatakan pada konferensi pers bahwa penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki. Kedua perekam penerbangan itu ditemukan berdekatan satu sama lain dan kemungkinan besar kedua helikopter itu bertabrakan, tambahnya.

Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (MSDF) dan Penjaga Pantai sedang mencari tujuh awak yang tersisa.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Kepala Staf MSDF Yoshitaka Sakai mengindikasikan dia tidak yakin ada keterlibatan negara lain dalam kecelakaan itu.

Dalam postingan di X, Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel menawarkan bantuan negaranya dalam upaya pencarian dan penyelamatan.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×