Dua Korea di Ambang Perang, Mengapa Kim Jong-un Tiba-tiba Agresif?

Kamis, 27 Oktober 2022 | 06:40 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Dua Korea di Ambang Perang, Mengapa Kim Jong-un Tiba-tiba Agresif?

ILUSTRASI. Situasi di semenanjung Korea saat ini adalah yang paling bergejolak dalam lima tahun terakhir. KCNA via REUTERS  


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Warga yang berada di dua wilayah Korea dan negara sekitarnya saat ini sedang cemas. Meski periode ketegangan antara Korea Selatan dengan Korea Utara datang dan pergi, tetapi situasi di semenanjung Korea saat ini adalah yang paling bergejolak dalam lima tahun terakhir. Bahkan tampaknya akan berubah menjadi lebih buruk.

Melansir BBC, selama sebulan terakhir, Korea Utara telah menembakkan rudal ke Jepang, sehingga memaksa penduduk untuk mencari perlindungan. Tindakan Korea Utara tampak bermusuhan dan provokatif. 

Tidak hanya itu, Korea Utara telah meluncurkan beberapa rudal balistik lainnya, menerbangkan pesawat tempur di dekat perbatasannya dengan Korea Selatan dan menembakkan ratusan peluru artileri ke laut, yang telah mendarat di zona penyangga militer yang dibuat oleh kedua Korea pada tahun 2018 untuk menjaga perdamaian. 

Saat ini, kedua negara secara teknis masih berperang.

Pada hari Senin (24/10/2022), sebuah kapal dagang Korea Utara melintasi perbatasan laut negara-negara tersebut, menyebabkan kedua belah pihak melepaskan tembakan peringatan. Korea Selatan mengatakan serangan itu disengaja.

Baca Juga: Korea Utara Diduga Bersiap Uji Bom Nuklir, Ini Ancaman AS, Jepang dan Korsel

Jadi, apa yang sedang dilakukan Kim Jong-un? 

Menurut Jean Mackenzie, Koresponden BBC yang berbasis di Seoul, ada tiga alasan mengapa Korea Utara cenderung meluncurkan rudal. Pertama, untuk menguji dan meningkatkan teknologi senjatanya. Kedua, untuk mengirim pesan politik ke dunia (terutama AS). Dan ketiga, untuk mengesankan rakyatnya di dalam negeri dan menopang kesetiaan kepada rezim.

Sulit untuk menguraikan tujuan mana dari tindakan Pyongyang ini. Media pemerintah telah melaporkan beberapa kali bahwa peluncuran dan latihan baru-baru ini sebagai tanggapan atas latihan militer yang dijalankan oleh AS, Korea Selatan, dan Jepang. 

Korea Utara menyalahkan musuh-musuhnya karena meningkatkan ketegangan dan mengatakan peluncurannya merupakan peringatan yang jelas bahwa mereka harus dihentikan.

Washington, Seoul dan Tokyo telah mengadakan latihan militer skala besar, secara terpisah dan bersama-sama, selama dua bulan terakhir. Langkah ini ditujukan untuk menunjukkan bahwa mereka siap untuk serangan nuklir Korea Utara. 

Baca Juga: Mengintip Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan dan Korea Utara

Ada sedikit keraguan faktor inilah yang telah menyebabkan Kim Jong Un marah. Sebab, Kim selalu melihat latihan musuh-musuhnya berlatih. Alasan Korea Utara mulai mengembangkan senjata nuklir di tempat pertama adalah untuk menyiapkan diri dari invasi.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru