kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Duh, uji klinis calon vaksin corona di perusahaan ini dihentikan karena penyakit aneh


Rabu, 14 Oktober 2020 / 14:55 WIB
ILUSTRASI. Duh, uji klinis calon vaksin corona di perusahaan ini dihentikan karena penyakit aneh. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Vaksin corona Johnson & Johnson didasarkan pada dosis tunggal adenovirus penyebab pilek, dimodifikasi sehingga tidak bisa lagi mereplikasi diri, lalu dikombinasikan dengan bagian dari virus corona yang disebut protein lonjakan yang digunakannya untuk menyerang sel manusia.

Pengembangan vaksin corona Johnson & Johnson menggunakan teknologi yang sama yang digunakan dalam vaksin Ebola terbaru, yang pada Juli lalu mendapat persetujuan pemasaran dari Komisi Eropa.

Baca juga: Iphone 12 diluncurkan, harga iPhone 11 di tiga gerai ini didiskon hingga Rp 5,5 juta

Pada bulan September, uji coba vaksin virus corona yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford juga dihentikan untuk sementara, setelah seorang peserta Inggris menderita "penyakit yang tidak dapat dijelaskan".

Vaksin AstraZeneca ini adalah salah satu proyek yang paling maju, yang telah diuji coba pada puluhan ribu relawan di seluruh dunia. Uji klinis dilanjutkan awal bulan ini di Jepang, tetapi tidak di Amerika Serikat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Johnson & Johnson Hentikan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Setelah Peserta Menderita Sakit Misterius",

Editor : Miranti Kencana Wirawan

Selanjutnya: Promo Tupperware Oktober 2020 edisi bekal jalan-jalan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×