kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.876   30,00   0,18%
  • IDX 8.960   22,95   0,26%
  • KOMPAS100 1.235   6,28   0,51%
  • LQ45 872   3,56   0,41%
  • ISSI 326   1,92   0,59%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 520   3,27   0,63%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 142   1,07   0,76%

Dukung Taiwan, AS Akan Menjual Peralatan Pendukung Rudal Patriot Senilai US$ 100 Juta


Selasa, 08 Februari 2022 / 10:35 WIB
Dukung Taiwan, AS Akan Menjual Peralatan Pendukung Rudal Patriot Senilai US$ 100 Juta
ILUSTRASI. Tentara AS berdiri di samping sistem rudal Patriot AS di pangkalan militer Turki di Gaziantep, Turki tenggara, 10 Oktober 2014.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, pada hari Senin (7/2) menyetujui peluang penjualan peralatan pendukung rudal Patriot yang digunakan oleh Taiwan. Jika terwujud, AS akan menjual paket peralatan dan pelayanan senilai US$ 100 juta.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) dalam pernyataannya menyebutkan bahwa program peningkatan kemampuan rudal Patriot milik Taiwan akan membantu menjaga stabilitas politik, keseimbangan militer, ekonomi, dan kemajuan di kawasan.

"Penjualan yang diusulkan ini mendukung kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan AS. Negara mendukung upaya berkelanjutan penerima untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel," ungkap DSCA, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Sesuai Perintah Biden, Tentara AS Mulai Tiba di Polandia untuk Lindungi Ukraina

DSCA juga memastikan bahwa Raytheon Technologies dan Lockheed Martin akan menjadi kontraktor utama dalam program ini.

Dari Taiwan, Kementerian Luar Negeri menyambut baik keputusan tersebut, yang dipercaya mampu membantu Taiwan menghadapi upaya ekspansi militer China di kawasan.

"Negara kami akan menjaga keamanan nasionalnya dengan pertahanan yang solid, dan terus memperdalam kemitraan keamanan yang erat antara Taiwan dan Amerika Serikat," tulis pihak kementerian dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: FBI Waspadai Besarnya Ancaman China terhadap AS di Dunia Digital

Taiwan telah menyampaikan minatnya untuk memperkuat teknologi rudal Patriot miliknya pada pertemuan dengan para pejabat AS tahun 2019 lalu dan Donald Trump masih menjabat. Tampaknya harapan Taiwan ini baru akan terealisasi di masa pemerintahan Joe Biden.

AS, seperti banyak negara lainnya, memang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun, AS terus memposisikan diri sebagai pendukung nomor satu Taiwan dalam menghadapi tekanan China, terutama dalam menyediakan fasilitas pertahanan.

Mayoritas pejabat AS juga terus mendorong Taiwan untuk segera memoderninasi militernya sehingga dapat menjadi entitas yang sulit disentuh oleh China.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×