kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Dunia di ambang resesi ekonomi seperti 1930-an


Selasa, 24 Januari 2012 / 05:32 WIB
Dunia di ambang resesi ekonomi seperti 1930-an
ILUSTRASI. Pekerja menyiram tanaman di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/11/2020). Cuaca hari ini di Jawa dan Bali cerah berawan hingga hujan sedang, menurut prakiraan BMKG


Sumber: BBC | Editor: Test Test

BERLIN. Ancaman krisis utang Eropa semakin mengkhawatirkan. Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengingatkan, dunia berhadapan dengan ancaman resesi ekonomi yang mirip dengan resesi ekonomi dunia pada 1930. Hal itu bisa dihindari jika para pemimpin Eropa mengambil tindakan terhadap krisis utang Zona Euro.

Lagarde mengingatkan bahaya kenaikan angka pengangguran jika pemerintahan negara-negara Uni Eropa tidak mengambil aksi bersama. Menurutnya, ini saatnya untuk mengambil tindakan untuk mencegah depresi ekonomi seperti tahun 1930-an.

"Melihat kondisi ini dalam perspektif resesi ekonomi 1930, tahun 2012 harus menjadi tahun pemulihan. Tapi, seperti kata Hipocrates di masa lalu, pemulihan hanya masalah waktu, tapi ini kadangkala juga masalah kesempatan,” terang Lagarde, senin (23/1) waktu Berlin.

“Dan sekarang ini harus menjadi kesempatan yang kita buat. Sebaliknya, jika tidak, kita dapat dengan mudah tergelincir ke resesi seperti 1930,” ujarnya.

Sementara, lanjut dia, IMF membutuhkan dana € 500 miliar lebih untuk membantu negara-negara yang terpukul krisis utang Zona Euro.

Dia menambahkan, ekonomi Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, sangat tergantung pada kesehatan ekonomi negara-negara di Zona Euro yang menjadi konsumen Jerman.

Lagarde yang datang ke Berlin untuk bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel bilang, Zona Euro membutuhkan tembok penghalang besar untuk mencegah penyebaran krisis utang.




TERBARU

[X]
×