E-Books Tak Lagi Sekedar Teks

Kamis, 29 Juli 2010 | 15:48 WIB   Reporter: Edy Can, New York Times

NEW YORK. E-books generasi terakhir kini tak lagi sekedar teks. Bentuknya sudah melebihi buku konvensional. Bahkan, para penerbit kebingungan harus memakai nama apa bagi e-book keluaran terakhir ini.

Hachette Book Group menyebut e-book terbaru sebagai buku yang diperkaya atau enriched book. Simon & Schuster menyebutkan enhanced e-book.

Entahlah yang mana yang benar. Yang pasti, e-book terakhir ini memang berbeda dengan yang biasanya.

Bila sebelumnya, e-book berupa teks hitam dengan dasar putih yang tak lain merupakan cerminan dari buku konvensional yang digitalisasi maka kali ini mereka tampil dengan video di dalamnya. Bukan hanya itu, e-book ini dilengkapi multimedia lainnya.

E-book buatan Simon & Schuster misalnya. Mereka merilis buku Nixonland setebal 896 halaman lengkap dengan 27 video di dalamnya. Mayoritas video klip itu berisi debat antara Nixon dengan Kennedy pada tahun 1960 dan reaksi publik atas pembunuhan Martin Luther King Jr. Ada juga rekaman wawancara.

Selain itu, Penguin Group juga melansir e-book serupa untuk novel Ken Follet yang berjudul The Pillars of the Earth. E-book ini dilengkapi dengan 8 video klip dari seri televisi tentang cerita serupa.

Setiap video ini menempel di halaman tertentu. Pembaca bisa memutarnya lalu bisa melanjutkan membaca kembali.

"Ini dunia yang sangat terbuka. Kami bisa menunjukkan dunia seputar isi buku yang dibaca oleh pembaca," kata Direktur Penguin Molly Barton.

Dengan e-book multimedia ini tak heran apabila harganya juga menanjak. Sebagai contoh harga Nixonland di Apple iBookstore sebesar US$ 15,99 padahal biasanya harganya kurang dari US$ 14,99 per buah.


Editor: Edy Can

Terbaru