ECB Menaikkan Suku Bunga, Menyediakan Bantuan Bagi Anggota Dengan Utang Besar

Jumat, 22 Juli 2022 | 07:04 WIB Sumber: Reuters
ECB Menaikkan Suku Bunga, Menyediakan Bantuan Bagi Anggota Dengan Utang Besar

ILUSTRASI. ECB menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan pada hari Kamis (21/7).


KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Bank Sentral Eropa atawa European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan pada hari Kamis (21/7) karena kekhawatiran tentang inflasi yang tidak terkendali mengalahkan kekhawatiran pertumbuhan.

ECB menaikkan suku bunga deposito acuan sebesar 50 basis points (bps) menjadi 0%. Ini adalah kenaikan suku bunga pertama ECB dalam 11 tahun.

Kenaikan suku bunga ini lebih tinggi ketimbang rencana bank sentral untuk mengerek suku bunga 25 bps. ECB bergabung dengan sejumlah bank sentral global dalam mendongkrak biaya pinjaman. 

Bank sentral juga setuju untuk memberikan bantuan ekstra bagi negara-negara debitur besar Zona Euro seperti Italia dengan skema pembelian obligasi baru. Sumber Reuters mengatakan bahwa mereka tidak berharap untuk menggunakannya dalam waktu dekat meskipun ada aksi jual obligasi Italia.

Mengakhiri percobaan delapan tahun dengan suku bunga negatif, ECB juga menaikkan suku bunga refinancing utamanya menjadi 0,50%. ECB pun menjanjikan kenaikan lagi, kemungkinan segera setelah pertemuan 8 September.

Baca Juga: Ini Alasan BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5%

Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan tekanan harga makin berdampak luas ke berbagai sektor. ECB memperkirakan inflasi masih akan jauh lebih tinggi ketimbang prediksi untuk beberapa waktu ke depan.

"Kami memutuskan bahwa tepat untuk mengambil langkah yang lebih besar menuju keluar dari suku bunga negatif," ungkap Lagarde.

Meski ECB mengerek suku bunga dengan jumlah lebih besar, target akhir suku bunga tertinggi tidak berubah. ECB tidak memberikan panduan untuk kenaikan suku bunga yang diharapkan pada bulan September. 

ECB selama berminggu-minggu memberikan panduan pasar untuk mengharapkan kenaikan 25 basis poin. Tetapi sumber Reuters awal pekan ini mengungkapkan bahwa kenaikan 50 basis poin telah berperan sebagai bagian dari kesepakatan termasuk bantuan untuk negara-negara dengan tingkat utang tinggi.

Inflasi di 19 negara pengguna euro sudah mendekati wilayah dua digit berisiko mengakar jauh di atas target 2% ECB. Kekurangan gas selama musim dingin yang akan datang kemungkinan akan mengangkat harga lebih tinggi, melanggengkan pertumbuhan harga yang cepat. Lagarde memperingatkan bahwa risiko terhadap prospek inflasi masih tinggi dan telah meningkat, terutama karena perang kemungkinan akan berlarut-larut.

Baca Juga: Ini Rekomendasi Saham dan Sektor Pilihan Saat Bunga Acuan Tidak Berubah

Pembelian Obligasi

Skema pembelian obligasi baru yang disebut Transmission Protection Instrument (TPI) dimaksudkan untuk menghentikan kenaikan biaya pinjaman yang berlebihan bagi pemerintah di seluruh blok mata uang seiring pengetatan kebijakan.

Kenaikan suku bunga bisa berdampak lebih besar untuk negara-negara berutang besar seperti Italia, Spanyol dan Portugal. Tetapi sumber mengatakan kepada Reuters bahwa ECB tidak melihat perlunya mengaktifkan skema baru di negara mana pun saat ini.

Negara-negara Zona Euro akan memenuhi syarat jika mereka mematuhi aturan fiskal Uni Eropa dan tidak menghadapi ketidakseimbangan makroekonomi yang parah. Kepatuhan terhadap komitmen di bawah Fasilitas Pemulihan dan Ketahanan Uni Eropa akan diperlukan, seperti juga penilaian keberlanjutan utang.

Baca Juga: Wall Street Melanjutkan Reli Kenaikan Meski Pasar Saham Masih Menunggu Hasil The Fed

Komitmen ECB pada hari Kamis datang karena krisis politik di Italia membebani pasar menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Mario Draghi, yang merupakan pendahulu Lagarde di ECB. Selisih hasil antara obligasi 10-tahun Italia dan Jerman melebar selama konferensi pers Lagarde mendekati level 250 basis poin yang memicu pertemuan kebijakan darurat ECB bulan lalu.

Kenaikan suku bunga ECB 50 bps ini belum menyusul angka suku bunga acuan di sejumlah negara besar, terutama Federal Reserve Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin bulan lalu dan kemungkinan akan bergerak dengan margin yang sama pada bulan Juli.

Tetapi Zona Euro lebih rentan terhadap perang di Ukraina. Ancaman pemutusan pasokan gas dari Rusia dapat menyebabkan blok tersebut masuk ke dalam resesi, membuat para pembuat kebijakan dilema dalam menyeimbangkan pertimbangan pertumbuhan dan inflasi.

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru