Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Perekonomian Amerika Serikat (AS) melambat di kuartal kedua 2026. Menurut publikasi Bureau of Economic Analysis (BEA) AS, Rabu (26/8/2026), data preliminary produk domestik bruto (PDB) riil meningkat pada tingkat tahunan sebesar 1,5% di kuartal II-2026.
Buat perbandingan, di kuartal pertama, PDB riil meningkat sebesar 2,1%.Realisasi di kuartal II-2026 tersebut setara dengan konsensus proyeksi ekonom, yang juga memprediksi estimasi kedua PDB AS mencapai 1,5%.
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan PDB riil pada kuartal kedua adalah kenaikan belanja konsumen, ekspor, dan investasi, yang sebagian diimbangi oleh penurunan belanja pemerintah. Impor, yang merupakan faktor pengurang dalam perhitungan PDB, mengalami peningkatan.
PDB riil meningkat pada tingkat yang sama dengan estimasi awal. Ada revisi naik pada belanja konsumen, yang sebagian diimbangi oleh revisi naik pada impor.
Dibandingkan dengan kuartal pertama, perlambatan PDB riil pada kuartal kedua mencerminkan penurunan belanja pemerintah serta perlambatan investasi dan ekspor, yang sebagian diimbangi oleh percepatan belanja konsumen. Impor meningkat lebih tinggi pada kuartal kedua dibandingkan pada kuartal pertama.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Jelang Data Inflasi AS, Aussie Cetak Level Tertinggi 3 Bulan
Penjualan akhir riil kepada pembeli domestik swasta, yang dihitung dari jumlah belanja konsumen dan investasi tetap swasta bruto, meningkat sebesar 4,2% pada kuartal kedua. Angka ini direvisi naik sebesar 0,3 poin persentase dari estimasi sebelumnya.
Indeks harga untuk pembelian domestik bruto meningkat sebesar 5,8% pada kuartal kedua, direvisi naik sebesar 0,1 poin persentase dari estimasi sebelumnya. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) meningkat sebesar 5,3%, direvisi naik 0,2 poin persentase.
Sementara indeks harga belanja konsumsi pribadi alias personal consumption expenditure (PCE) di luar makanan dan energi meningkat sebesar 3,6%. Indeks ini juga direvisi naik 0,2 poin persentase.
Pendapatan domestik bruto alias gross domestic income (GDI) riil meningkat sebesar 2,2% pada kuartal kedua, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,2% pada kuartal pertama. Rata-rata PDB riil dan GDI riil meningkat sebesar 1,8%, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,7% sebelumnya.
Laba dari produksi berjalan, yakni laba perusahaan dengan penyesuaian penilaian inventaris dan konsumsi modal, meningkat sebesar US$ 400,9 miliar pada kuartal kedua, dibandingkan dengan peningkatan sebesar US$ 74,4 miliar pada kuartal pertama.














