Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pesanan baru barang modal inti di Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan tajam pada Mei 2026, menandakan belanja investasi perusahaan masih kuat dan berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II-2026.
Data yang dirilis Biro Sensus Departemen Perdagangan AS pada Kamis (25/6/2026) menunjukkan, pesanan barang modal non-pertahanan di luar pesawat terbang (core capital goods orders), yang menjadi indikator utama investasi bisnis, naik 1,6% pada Mei.
Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Dibuka, 20 Juta Barel Minyak Mentah Langsung Keluar dalam Sehari
Kenaikan tersebut jauh melampaui ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters yang memperkirakan pertumbuhan hanya 0,6%.
Sebagai perbandingan, data April direvisi menjadi turun 0,7%, lebih baik dibanding estimasi awal yang menunjukkan penurunan 1,0%.
Peningkatan pesanan barang modal inti ini mengindikasikan perusahaan-perusahaan AS masih agresif melakukan investasi peralatan dan teknologi meskipun menghadapi ketidakpastian global.
Sebagian kenaikan tersebut diperkirakan juga dipengaruhi oleh meningkatnya harga komponen teknologi, terutama chip memori.
Gelombang investasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong permintaan terhadap peralatan pemrosesan informasi dan produk teknologi terkait lainnya.
Baca Juga: Pasar Barang Mewah Global Bangkit, Konsumen Muda AS Pendorong Utama!
Tren tersebut membantu menopang sektor manufaktur AS yang sebelumnya menghadapi tekanan akibat konflik AS-Israel dengan Iran yang mengganggu rantai pasok global serta mendorong kenaikan harga komoditas, termasuk minyak dan aluminium.
Berdasarkan rincian data, pesanan untuk kategori komputer dan produk elektronik naik 0,3% pada Mei. Sementara pesanan peralatan listrik, peralatan rumah tangga, dan komponennya juga meningkat 0,3%.
Kenaikan yang lebih besar terjadi pada pesanan produk logam fabrikasi, logam dasar, dan mesin industri.
Di sisi lain, pengiriman barang modal inti yang digunakan dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) naik 0,3% pada Mei setelah meningkat 0,5% pada April.
Data tersebut memperkuat indikasi bahwa investasi sektor swasta masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi AS. Pada kuartal pertama 2026, belanja peralatan bisnis tercatat tumbuh dua digit.
Baca Juga: Harga Produk Apple Naik Efek Tingginya Chip AI, Harga Macbook Neo Jadi US$ 699
Sejumlah proyeksi ekonomi bahkan memperkirakan pertumbuhan PDB AS pada kuartal II-2026 dapat mencapai 3,0% secara tahunan (annualized). Sebagai perbandingan, ekonomi AS tumbuh 2,1% pada periode Januari-Maret 2026.
Sementara itu, pesanan barang tahan lama (durable goods) secara keseluruhan justru turun 4,5% pada Mei setelah melonjak 8,5% pada April.
Penurunan tersebut terutama dipicu oleh anjloknya pesanan pesawat terbang dan komponennya yang turun 51,8%, kategori yang dikenal sangat fluktuatif.
Produsen pesawat Boeing melaporkan hanya menerima 27 pesanan pesawat pada Mei, jauh lebih rendah dibanding 136 pesanan yang diperoleh pada April.
Baca Juga: Impor Emas China Turun 38%, Tapi Cadangan Emas Terus Bertambah
Meski demikian, kuatnya permintaan barang modal inti menunjukkan sektor korporasi AS masih mempertahankan belanja investasi, terutama untuk mendukung transformasi digital dan pengembangan teknologi AI yang terus berkembang pesat.














