Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Impor emas bersih China melalui Hong Kong turun sekitar 38% pada Mei dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong yang dirilis Kamis.
Data menunjukkan impor emas bersih China melalui Hong Kong mencapai 53,674 ton metrik pada Mei, turun dari 86,715 ton pada April.
Sebagai konsumen emas terbesar di dunia, perubahan pola pembelian China memiliki pengaruh besar terhadap pasar emas global. Namun, data Hong Kong tidak sepenuhnya mencerminkan seluruh impor emas China karena logam mulia tersebut juga masuk melalui Shanghai dan Beijing.
Baca Juga: Volkswagen Cuan € 7,4 Miliar, Lepas Unit Diesel ke Bain Capital
Secara keseluruhan, impor emas China melalui Hong Kong pada Mei tercatat sebesar 65,562 ton, turun sekitar 34% dibandingkan 99,327 ton pada April.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan penurunan tersebut kemungkinan disebabkan oleh tingginya impor langsung ke China dalam beberapa bulan terakhir.
“Karena impor langsung ke China sudah sangat kuat dalam beberapa bulan terakhir, kebutuhan untuk mengimpor melalui Hong Kong menjadi lebih rendah,” ujarnya.
Di tengah penurunan impor melalui Hong Kong, Bank Sentral China alias People’s Bank of China (PBOC) tetap melanjutkan akumulasi cadangan emasnya.
Data yang dirilis awal bulan ini menunjukkan PBOC menambah cadangan emas untuk bulan ke-19 berturut-turut pada Mei. Total cadangan emas China meningkat menjadi 74,96 juta troy ounce pada akhir Mei, dibandingkan 74,64 juta troy ounce pada April.
Langkah tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan China untuk memperkuat cadangan asetnya di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Sementara itu, Bursa Berjangka Hong Kong alias Hong Kong Futures Exchange mengumumkan pada akhir bulan lalu bahwa mereka akan menerapkan diskon biaya transaksi dan program insentif untuk kontrak berjangka emas.
Baca Juga: BlackBerry Kerek Naik Proyeksi Pendapatan Hingga US$ 621 juta
Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan likuiditas pasar serta menghidupkan kembali aktivitas perdagangan kontrak emas di bursa tersebut.
Di pasar global, harga emas spot pada Rabu turun di bawah level psikologis penting US$ 4.000 per ounce untuk pertama kalinya sejak November 2025.
Penurunan harga dipicu oleh menguatnya dolar Amerika Serikat serta meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga AS akan kembali dinaikkan, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.














