kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

India Menaikkan Bea Impor, Pedagang Beri Diskon Besar Efek Lemahnya Permintaan


Jumat, 15 Mei 2026 / 16:45 WIB
India Menaikkan Bea Impor, Pedagang Beri Diskon Besar Efek Lemahnya Permintaan
ILUSTRASI. Kontan - Rankpillar Native Online (Dok. Raja Emas/Raja Emas)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Harga emas di India mengalami tekanan besar setelah pemerintah menaikkan bea impor emas dan perak secara mendadak. Kebijakan tersebut membuat permintaan melemah drastis dan memicu lonjakan diskon emas ke level tertinggi dalam sejarah.

Para dealer emas di India kini menawarkan diskon hingga US$ 207 per ons dibanding harga domestik resmi, termasuk pajak impor 15% dan pajak penjualan 3%. Angka ini melonjak tajam dibanding pekan sebelumnya yang hanya mencatat diskon sekitar US$ 15 per ons dan bahkan sempat diperdagangkan dengan premi US$ 6.

Kenaikan harga emas yang mendadak membuat investor memilih menjual emas mereka, sementara pembeli ritel dan pelaku industri perhiasan menahan transaksi.

Baca Juga: Putin dan Xi Bersiap Bertemu, Bahas Dampak Kunjungan Trump ke China

“Lonjakan harga membuat investor ramai menjual, sedangkan toko perhiasan dan pembeli ritel memilih menunggu,” ujar seorang pedagang perhiasan di Hyderabad.

Awal pekan ini, pemerintah India resmi menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%. Selain itu, India juga memperketat aturan impor emas bebas bea untuk ekspor perhiasan dengan membatasi impor maksimal 100 kilogram per lisensi.

Kebijakan baru tersebut langsung mengguncang pasar emas domestik. Harga emas di India sempat menembus 164.497 rupee per 10 gram level tertinggi dalam lebih dari dua bulan sebelum turun ke sekitar 160.500 rupee pada Jumat.

Seorang dealer bullion di Mumbai mengatakan lonjakan diskon terjadi karena permintaan “nyaris menghilang” di tengah meningkatnya pasokan emas bekas atau scrap.

Baca Juga: Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata

Berbeda dengan India, pasar emas di China justru menunjukkan daya tahan yang kuat. Di negara konsumen emas terbesar dunia itu, emas diperdagangkan dengan premi US$ 15 hingga US$ 20 per ons di atas harga acuan global, relatif stabil dibanding pekan lalu.

Menurut Bernard Sin, Direktur Regional Greater China di MKS PAMP, permintaan investasi dan pembelian industri tetap tinggi.

Ia menyebut perusahaan sektor tenaga surya dan elektronik di China melakukan pembelian emas secara agresif untuk kebutuhan stok industri. Kondisi tersebut diperkuat oleh penghapusan insentif pengembalian pajak ekspor PPN.

Analis ANZ menilai kuatnya permintaan China kemungkinan akan menutupi pelemahan permintaan dari India setelah perubahan kebijakan impor tersebut.

Sementara itu, harga emas spot dunia tercatat turun sekitar 2,8% sepanjang pekan ini. Pelemahan terjadi setelah kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.

Di pasar Asia lainnya, emas di Hong Kong diperdagangkan pada kisaran harga normal hingga premi US$ 2 per ons. Di Jepang, emas dijual dengan diskon sekitar US$ 0,50, sedangkan di Singapura diperdagangkan dengan premi antara US$ 1 hingga US$ 3,30 per ons.

Baca Juga: Uni Emirat Arab Bangun Pipa Minyak Baru, Ekspor Bisa Tanpa Lewat Selat Hormuz




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×