Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran tawanan perang pada Jumat (15/5/2026) dengan masing-masing pihak membebaskan 205 tahanan. Pertukaran ini merupakan bagian dari kesepakatan yang terkait dengan gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump awal bulan ini.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa para personel militernya saat ini berada di Belarus dan tengah menerima dukungan serta bantuan yang diperlukan setelah dibebaskan.
Pemerintah Rusia juga menyebut bahwa proses pertukaran tawanan tersebut dimediasi oleh Uni Emirat Arab yang berperan sebagai fasilitator diplomatik dalam proses negosiasi antara kedua negara yang masih terlibat konflik.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Usai Trump dan Xi Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Di sisi lain, Ukraina turut mengonfirmasi kepulangan para tawanan perangnya yang sebelumnya ditahan oleh Rusia.
Sebelumnya, kedua negara sepakat untuk menukar total 1.000 tentara sebagai bagian dari kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Donald Trump. Kesepakatan tersebut juga mencakup gencatan senjata sementara yang berlangsung pada 9 hingga 11 Mei 2026.
Meski demikian, pelaksanaan gencatan senjata itu diwarnai laporan pelanggaran dari kedua belah pihak.













