Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - BERLIN. Volkswagen akan menjual unit mesin dieselnya, Everllence, kepada Bain Capital. Nilai penjualan tersebut mencapai € 7,4 miliar, sekitar Rp 150,92 triliun. Bain Capital berhasil mengalahkan perusahaan ekuitas swasta lainnya.
Menurut pemberitaan Reuters, kesepakatan pembelian dengan leverage ini diperkirakan akan menjadi salah satu pelepasan aset terbesar di industri Eropa tahun ini. Pembelian dengan leverage adalah kesepakatan di mana sebuah perusahaan diakuisisi sebagian besar dengan uang pinjaman.
"Struktur dan proses yang lebih ramping akan memberi Everllence kesempatan untuk mencapai pertumbuhan lebih lanjut di pasar yang menarik seperti pusat data, sektor energi, dan perkapalan. Pada saat yang sama, hal ini akan memungkinkan kami untuk lebih fokus pada bisnis inti kami," kata CEO Volkswagen Oliver Blume, dikutip Reuters, Kamis (25/6).
Baca Juga: BlackBerry Kerek Naik Proyeksi Pendapatan Hingga US$ 621 juta
Bain bersaing dengan CVC dan EQT saat menawar Everllence. EQT merupakan bagian dari konsorsium dengan Porsche SE dan Qatar.
Porsche SE memegang 53,3% hak suara di Volkswagen, sementara Qatar memegang 17% melalui dana kekayaan negaranya.
Menurut sumber Reuters yang mengetahui penjualan tersebut, nilai penawaran akuisisi Everllence yang masuk semuanya di atas € 9 miliar, dengan beberapa mendekati € 10 miliar.
Namun Bain Capital bisa keluar sebagai pemenang, kendati memberi nilai penawaran lebih rendah. Menurut sumber, Bain mungkin menawarkan jaminan paling besar untuk potensi risiko yang terkait proyek Everllence.
Baca Juga: Brasil Akan Terbitkan Panda Bonds US$ 735 Miliar, Terbesar di China
Volkswagen telah menandatangani perjanjian eksklusif dengan Bain untuk menjual 51% saham di Everllence. Dalam jangka menengah, Volkswagen akan tetap menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan saham 49%.
Everllence, yang sebelumnya bernama MAN Energy Solutions, memproduksi mesin diesel untuk industri pelayaran. Perusahaan ini juga melihat potensi pertumbuhan di bidang kecerdasan buatan melalui permintaan generator untuk memasok daya ke pusat data.
Transaksi akuisisi Everllence ini masih menunggu negosiasi dengan karyawan dan melewati berbagai rintangan regulasi, yang menurut pernyataan Volkswagen akan diselesaikan pada akhir tahun.
Sebagai bagian dari kesepakatan, lokasi perusahaan di Augsburg, Oberhausen, Berlin, Hamburg, dan Ravensburg akan tetap dipertahankan di bawah struktur kepemilikan baru setidaknya hingga akhir tahun 2030.














