Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Perusahaan ekuitas swasta CVC Capital Partners sepakat menjual perusahaan perawatan pribadi asal Jepang, FineToday, kepada Bain Capital dalam kesepakatan senilai sekitar ¥ 200 miliar atau setara US$ 1,29 miliar, kata sumber yang mengetahui langsung transaksi tersebut pada Senin (2/2).
Kedua perusahaan mengumumkan kesepakatan tersebut pada hari yang sama, namun tidak mengungkapkan rincian nilai transaksi. Bain Capital menolak berkomentar mengenai nilai kesepakatan, sementara CVC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters. Media bisnis Nikkei sebelumnya pertama kali melaporkan nilai transaksi tersebut pada Minggu.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 5% Usai AS–Iran Melunak, Sentimen Fundamental Kembali Menekan
Penjualan ini terjadi beberapa bulan setelah upaya kedua FineToday untuk melantai di Bursa Efek Tokyo gagal pada Oktober lalu. Perusahaan pemilik merek sampo Tsubaki itu menyebut kondisi pasar sebagai alasan, namun sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa valuasi penawaran umum perdana (IPO) tersebut tidak memenuhi ekspektasi CVC.
FineToday sebelumnya diperkirakan akan mencatatkan kapitalisasi pasar sekitar ¥ 169 miliar dalam IPO Oktober, setelah sempat menargetkan sekitar ¥ 219 miliar dalam rencana IPO pada 2024. Setelah IPO tersebut ditunda, CVC memutuskan untuk menjual bisnis FineToday, menurut sumber pada Desember lalu.
FineToday dibentuk pada 2021 setelah Shiseido Co memisahkan unit perawatan pribadinya dan menjualnya kepada CVC dalam transaksi senilai ¥ 160 miliar. Perusahaan yang berbasis di Tokyo ini memproduksi dan memasarkan produk perawatan rambut, perawatan kulit, serta deodoran dengan merek antara lain Tsubaki, Fino, Senka, Uno, Ag Deo24, dan Kuyura.
Sekitar separuh penjualan FineToday berasal dari pasar luar negeri, dengan China sebagai pasar utama. Dalam enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025, China dan Hong Kong menyumbang 35,9% pendapatan, sementara Jepang berkontribusi 44,3%.
FineToday membukukan pendapatan sebesar ¥ 107,3 miliar pada 2024 dan ¥ 56,6 miliar pada paruh pertama 2025. Margin EBITDA yang disesuaikan meningkat menjadi 21,0% dari 15,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya, menurut dokumen IPO perusahaan.













