Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Bank sentral India atau Reserve Bank of India/RBI diduga melakukan intervensi sebelum pembukaan pasar spot pada Senin (2/2/2026) untuk menopang nilai tukar rupee.
Langkah ini membantu rupee menahan tekanan pelemahan setelah pengumuman anggaran federal memicu gejolak di pasar saham.
Pelaku pasar menilai rupee sempat berpeluang dibuka mendekati rekor terendah sepanjang masa di level 91,9875 per dolar AS.
Baca Juga: Rupee Sentuh Rekor Terendah, Efek Tekanan Asing Bayangi Ekonomi
Namun, intervensi RBI membuat mata uang tersebut menguat ke sekitar 91,77 per dolar AS, atau naik sekitar 0,2% dibanding penutupan Jumat lalu.
Seorang trader di bank milik negara menyebut intervensi itu bertujuan mencegah rupee menembus level psikologis 92 per dolar AS.
“RBI telah beberapa kali masuk pasar dalam beberapa sesi terakhir untuk menahan pelemahan,” ujarnya singkat.
Tekanan terhadap rupee meningkat sehari setelah pengumuman anggaran federal India, yang membuat pasar saham lokal tertekan.
Baca Juga: Rupee Melemah di Awal 2026, Tertekan Permintaan Dolar Korporasi
Intervensi bank sentral dinilai menjadi sinyal kuat komitmen otoritas moneter menjaga stabilitas nilai tukar di tengah volatilitas pasar.












