kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.788   54,00   0,32%
  • IDX 8.127   -193,88   -2,33%
  • KOMPAS100 1.127   -22,00   -1,91%
  • LQ45 803   -9,16   -1,13%
  • ISSI 292   -13,08   -4,29%
  • IDX30 416   -2,17   -0,52%
  • IDXHIDIV20 493   -0,32   -0,07%
  • IDX80 125   -2,42   -1,90%
  • IDXV30 135   -3,16   -2,29%
  • IDXQ30 134   -0,33   -0,25%

Rupee Sentuh Rekor Terendah, Efek Tekanan Asing Bayangi Ekonomi


Kamis, 29 Januari 2026 / 12:17 WIB
Rupee Sentuh Rekor Terendah, Efek Tekanan Asing Bayangi Ekonomi
ILUSTRASI. Ekonomi India Rupee (REUTERS/Francis Mascarenhas)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Nilai tukar rupee India kembali melemah dan mencetak rekor terendah sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026), meskipun kondisi ekonomi domestik India masih tergolong kuat.

Rupee turun hingga ke level 91,9850 per dolar AS, melampaui rekor terendah sebelumnya di 91,9650 yang tercatat pekan lalu. Sepanjang tahun ini, mata uang India tersebut telah melemah sekitar 2%, dan hampir 5% sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif tinggi terhadap ekspor barang India.

Pelemahan rupee terjadi di tengah arus keluar modal asing yang berlanjut serta meningkatnya upaya pelaku pasar untuk melindungi diri dari kemungkinan pelemahan lebih lanjut. Hal ini menutupi sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi India, yang mencatat pertumbuhan PDB sebesar 8,2% pada kuartal yang berakhir 30 September lalu.

Baca Juga: AS Kerahkan Armada Militer, Iran Pasang Kuda-Kuda Perang

Para pelaku pasar mengatakan Bank Sentral India alias Reserve Bank of India (RBI) kemungkinan telah melakukan intervensi sebelum pasar spot dibuka. Langkah ini diduga untuk menahan laju pelemahan rupee agar tidak menembus level psikologis 92 per dolar AS. Meski demikian, RBI menegaskan tidak menargetkan nilai tukar tertentu dan hanya bertindak untuk mengendalikan volatilitas yang berlebihan.

Menariknya, rupee telah mendekati level 92 hanya dalam waktu enam hari perdagangan setelah sebelumnya menembus level 91 untuk pertama kalinya.

Tekanan terhadap rupee masih kuat akibat tarif tinggi dari AS, arus keluar dana portofolio asing, meningkatnya impor emas, serta kekhawatiran perusahaan terhadap prospek nilai tukar. Ini terjadi meskipun India masih menjadi ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan baru saja menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

Sejak tarif AS diberlakukan, rupee juga melemah sekitar 7,5% terhadap euro dan yuan China. Berdasarkan data bank sentral, nilai tukar efektif riil rupee berbasis perdagangan berada di 95,3 pada Desember, level terendah dalam sepuluh tahun terakhir.

Analis Goldman Sachs menilai bahwa meskipun tarif AS terhadap ekspor India kemungkinan akan diturunkan ke depan, keterlambatan tersebut tetap membebani neraca eksternal India. Mereka memperkirakan rupee bisa melemah hingga 94 per dolar AS dalam 12 bulan ke depan.

Goldman juga menyebut RBI kini lebih nyaman membiarkan nilai tukar bergerak fleksibel dan kemungkinan akan menambah cadangan devisa saat dolar melemah, sehingga membatasi penguatan rupee.

Baca Juga: Tesla Catat Penurunan Pendapatan Tahunan Perdana, Laba Anjlok 61% di Kuartal IV 2025

Selain itu, perubahan strategi lindung nilai (hedging) perusahaan turut menekan rupee. Importir dan perusahaan meningkatkan perlindungan terhadap risiko pelemahan, sementara eksportir justru mengurangi penjualan dolar di pasar forward. Kondisi ini mengurangi pasokan dolar dan semakin menekan nilai tukar rupee.

Selanjutnya: IHSG Ambruk 5,91% ke 7.828 Sesi I, Top Losers LQ45: BUMI, EXCL & AMRT, Kamis (29/1)

Menarik Dibaca: iOS 26.2.1 Rilis: Perbaikan Bug dan Fitur Darurat Krusial




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×