Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - Pasar saham Eropa dibuka melemah pada Senin (2/2/2026), terseret penurunan tajam saham-saham berbasis komoditas seiring anjloknya harga energi dan logam di pasar global.
Pelaku pasar juga mencermati laporan kinerja emiten untuk menilai kondisi korporasi di kawasan tersebut.
Indeks acuan STOXX 600 turun 0,4% pada perdagangan pagi waktu setempat. Sektor sumber daya dasar mencatat penurunan terdalam, merosot lebih dari 2% dan berada di jalur pelemahan harian terbesar sejak Juli 2025.
Baca Juga: Bursa Eropa Tergelincir, Sektor Keuangan Jadi Penekan Utama
Tekanan datang dari berlanjutnya penurunan harga emas, perak, dan logam industri.
Aksi jual aset berisiko menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat lalu, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter ke depan.
Di saat yang sama, meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran turut menekan harga minyak mentah. Kondisi ini menyeret saham sektor energi Eropa turun sekitar 2% pada awal perdagangan.
Baca Juga: Harga Komoditas Energi Makin Murah, Ini Proyeksinya pada Akhir Tahun 2025
Dari sisi korporasi, saham bank Swiss Julius Baer melemah 1,3% setelah perusahaan melaporkan laba bersih 2025 turun 25% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring beban penurunan nilai aset.
Meski sentimen pasar cenderung defensif, sebagian investor beralih ke sektor yang dinilai lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi. Sektor makanan dan minuman justru menguat 1,1%, membantu menahan tekanan yang lebih dalam pada pasar secara keseluruhan.













