kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Bursa Eropa Tertekan, Kejatuhan Harga Komoditas Seret Pasar Saham


Senin, 02 Februari 2026 / 15:52 WIB
Bursa Eropa Tertekan, Kejatuhan Harga Komoditas Seret Pasar Saham
ILUSTRASI. EUROPE-STOCKS/ (REUTERS/Staff). Pasar saham Eropa dibuka melemah pada Senin (2/2/2026), terseret penurunan tajam saham-saham berbasis komoditas.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Pasar saham Eropa dibuka melemah pada Senin (2/2/2026), terseret penurunan tajam saham-saham berbasis komoditas seiring anjloknya harga energi dan logam di pasar global. 

Pelaku pasar juga mencermati laporan kinerja emiten untuk menilai kondisi korporasi di kawasan tersebut.

Indeks acuan STOXX 600 turun 0,4% pada perdagangan pagi waktu setempat. Sektor sumber daya dasar mencatat penurunan terdalam, merosot lebih dari 2% dan berada di jalur pelemahan harian terbesar sejak Juli 2025.

Baca Juga: Bursa Eropa Tergelincir, Sektor Keuangan Jadi Penekan Utama

Tekanan datang dari berlanjutnya penurunan harga emas, perak, dan logam industri.

Aksi jual aset berisiko menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat lalu, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Di saat yang sama, meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran turut menekan harga minyak mentah. Kondisi ini menyeret saham sektor energi Eropa turun sekitar 2% pada awal perdagangan.

Baca Juga: Harga Komoditas Energi Makin Murah, Ini Proyeksinya pada Akhir Tahun 2025

Dari sisi korporasi, saham bank Swiss Julius Baer melemah 1,3% setelah perusahaan melaporkan laba bersih 2025 turun 25% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring beban penurunan nilai aset.

Meski sentimen pasar cenderung defensif, sebagian investor beralih ke sektor yang dinilai lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi. Sektor makanan dan minuman justru menguat 1,1%, membantu menahan tekanan yang lebih dalam pada pasar secara keseluruhan.

Selanjutnya: Harga Hortikultura Turun, Nilai Tukar Petani Menyusut pada Januari 2026

Menarik Dibaca: Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×