Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan meluncurkan program strategis penimbunan mineral kritis dengan modal awal sebesar US$12 miliar dari U.S. Export-Import Bank (EXIM), menurut seorang pejabat pemerintahan Trump yang memahami rencana tersebut.
Investasi ini menjadi upaya terbaru pemerintah Washington untuk mengatasi apa yang dianggap pembuat kebijakan sebagai manipulasi harga oleh China terhadap lithium, nikel, tanah jarang, dan mineral kritis lainnya yang sangat penting bagi industri mulai dari kendaraan listrik hingga persenjataan canggih yang selama bertahun-tahun menghambat perusahaan pertambangan AS.
Dilaporkan pertama kali oleh Bloomberg News, proyek yang dinamai Project Vault ini akan menggabungkan pendanaan swasta dengan pinjaman US$10 miliar dari EXIM Bank untuk membeli dan menimbun mineral bagi produsen mobil, perusahaan teknologi, dan produsen lainnya.
Baca Juga: Harga Minyak Turun 5% Setelah Trump Ungkap Iran Berunding dengan AS
Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana ini.
Pejabat tersebut menyebutkan, proyek ini telah menarik minat dari berbagai perusahaan otomotif dan teknologi Amerika. Perusahaan perdagangan komoditas Hartree Partners, Traxys North America, dan Mercuria Energy Group akan mengelola pengadaan bahan baku untuk cadangan mineral ini.
Stok mineral yang akan dikumpulkan diperkirakan mencakup tanah jarang dan mineral kritis lainnya, serta elemen strategis penting yang harganya cenderung fluktuatif.
Menurut pejabat itu, Project Vault dirancang untuk membantu industri otomotif Amerika sekaligus memungkinkan perusahaan menjaga risiko dari neraca keuangan mereka. Ia membandingkan logistik proyek ini dengan keanggotaan Costco yang memungkinkan pembelian dalam jumlah besar.
Baca Juga: Trump Optimistis Kuba Akhirnya Akan Bersedia Bernegosiasi dengan AS
Tujuan lainnya adalah memastikan persediaan mineral untuk keperluan darurat selama 60 hari, dengan catatan proses penimbunan mineral sudah mulai berjalan.
Struktur eksekutif untuk proyek ini diperkirakan akan segera dibentuk, dan EXIM kemungkinan akan memiliki kursi di dewan pengurus, tambah pejabat tersebut. Sebelumnya, sekelompok legislator bipartisan AS memperkenalkan rancangan undang-undang untuk menciptakan cadangan mineral kritis senilai US$2,5 miliar, sebagai langkah untuk menstabilkan harga pasar dan mendorong pertambangan serta pemurnian mineral domestik.













