kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Trump Optimistis Kuba Akhirnya Akan Bersedia Bernegosiasi dengan AS


Minggu, 01 Februari 2026 / 11:39 WIB
Trump Optimistis Kuba Akhirnya Akan Bersedia Bernegosiasi dengan AS
ILUSTRASI. Trump meyakini Kuba akan membuat kesepakatan dengan AS (via REUTERS/LAURENT GILLIERON)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia yakin Amerika Serikat akan mencapai kesepakatan dengan Kuba. Ia mengungkap hal tersebut kepada wartawan dalam penerbangan di Air Force One, Sabtu (31/1/2026) waktu AS.

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah AS mengancam akan mengenakan tarif pada negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba. Trump mengulangi seruannya agar Kuba bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

"Ini tidak harus menjadi krisis kemanusiaan," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan ke Florida, seperti diberitakan Reuters, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Hakim AS Tolak Hentikan Peningkatan Jumlah Agen Imigrasi Trump di Minnesota

Trump meyakini pemerintah Kuba akan membuat kesepakatan dengan AS. “Mereka memiliki situasi yang sangat buruk. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak punya minyak. Mereka hidup dari uang dan minyak Venezuela, dan sekarang tidak ada lagi yang datang," tutur Trump

Pada 2025, Venezuela adalah pemasok minyak terbesar Kuba, memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan harian pulau itu. Pasokan dari Venezuela menurun setelah blokade AS terhadap pengiriman dari Venezuela, bahkan sebelum penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Reuters secara eksklusif melaporkan pada Januari bahwa Meksiko, pemasok utama Kuba setelah Venezuela menghentikan pengiriman pada bulan Desember, sedang mempertimbangkan apakah akan terus mengirim minyak, di tengah kekhawatiran akan menghadapi pembalasan dari Washington.


Tag


TERBARU

[X]
×