kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Trump Optimistis Kuba Akhirnya Akan Bersedia Bernegosiasi dengan AS


Minggu, 01 Februari 2026 / 11:39 WIB
Trump Optimistis Kuba Akhirnya Akan Bersedia Bernegosiasi dengan AS
ILUSTRASI. Trump meyakini Kuba akan membuat kesepakatan dengan AS (via REUTERS/LAURENT GILLIERON)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia yakin Amerika Serikat akan mencapai kesepakatan dengan Kuba. Ia mengungkap hal tersebut kepada wartawan dalam penerbangan di Air Force One, Sabtu (31/1/2026) waktu AS.

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah AS mengancam akan mengenakan tarif pada negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba. Trump mengulangi seruannya agar Kuba bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

"Ini tidak harus menjadi krisis kemanusiaan," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan ke Florida, seperti diberitakan Reuters, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Hakim AS Tolak Hentikan Peningkatan Jumlah Agen Imigrasi Trump di Minnesota

Trump meyakini pemerintah Kuba akan membuat kesepakatan dengan AS. “Mereka memiliki situasi yang sangat buruk. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak punya minyak. Mereka hidup dari uang dan minyak Venezuela, dan sekarang tidak ada lagi yang datang," tutur Trump

Pada 2025, Venezuela adalah pemasok minyak terbesar Kuba, memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan harian pulau itu. Pasokan dari Venezuela menurun setelah blokade AS terhadap pengiriman dari Venezuela, bahkan sebelum penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Reuters secara eksklusif melaporkan pada Januari bahwa Meksiko, pemasok utama Kuba setelah Venezuela menghentikan pengiriman pada bulan Desember, sedang mempertimbangkan apakah akan terus mengirim minyak, di tengah kekhawatiran akan menghadapi pembalasan dari Washington.

Selanjutnya: Outflow Asing Jadi Pemberat, Rupiah Masih Berisiko Tertekan di Awal Pekan

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×