kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Jerman Tangkap Lima Orang Terkait Pasokan Barang ke Industri Pertahanan Rusia


Senin, 02 Februari 2026 / 18:13 WIB
Jerman Tangkap Lima Orang Terkait Pasokan Barang ke Industri Pertahanan Rusia
ILUSTRASI. Sistem rudal anti-tank Kornet (Dok./Rusian Defence Export (ROSOBORONEXPORT))


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Otoritas Jerman menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam jaringan pengiriman barang ke perusahaan pertahanan Rusia, melanggar sanksi Uni Eropa yang diberlakukan sejak invasi Moskow ke Ukraina.

Kejaksaan Federal Jerman pada Senin (2/2/2026) menyatakan penangkapan dilakukan oleh petugas bea cukai di Luebeck, kota pelabuhan di pesisir Laut Baltik, serta di wilayah sekitarnya, Herzogtum Lauenburg, Jerman utara. 

Para tersangka yang terdiri dari warga negara Jerman, Ukraina, dan Rusia ditangkap berdasarkan surat perintah hakim penyidik Mahkamah Federal Jerman.

Baca Juga: Industri Pesawat Rusia Terpuruk, Sanksi dan Krisis Produksi Bikin Armada Menipis

Selain penangkapan, aparat juga menggelar penggeledahan serentak di sejumlah lokasi lain, termasuk Frankfurt am Main—pusat keuangan utama Jerman—serta Kota Nuremberg di Bayern. 

Kejaksaan menyebut masih ada lima tersangka lain yang telah diidentifikasi dan kini berstatus buron.

Salah satu tersangka utama, Nikita S., warga negara Jerman-Rusia, diduga mengendalikan sebuah perusahaan dagang di Luebeck yang menjadi pusat operasi jaringan tersebut. 

Perusahaan itu disinyalir berperan penting dalam mengatur pengiriman barang ke Rusia.

Baca Juga: KPK Tangkap 8 Orang dalam OTT Pegawai Pajak, Ada Barang Bukti

Menurut penyelidikan, para pelaku menggunakan perusahaan cangkang, penerima fiktif di dalam dan luar Uni Eropa, serta satu entitas di Rusia untuk menyamarkan tujuan akhir pengiriman. 

Kejaksaan juga menduga aktivitas pengadaan ini diarahkan oleh lembaga negara Rusia, dengan sedikitnya 24 perusahaan pertahanan Rusia tercatat sebagai pengguna akhir barang-barang tersebut.

Sejak Februari 2022, jaringan ini diperkirakan telah mengatur sekitar 16.000 pengiriman dengan nilai total sedikitnya 30 juta euro atau setara sekitar US$36 juta. 

Baca Juga: KPK Tangkap 14 Orang Dalam OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer

Sebagai langkah hukum lanjutan, otoritas Jerman memerintahkan pembekuan aset senilai transaksi tersebut.

Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Berlin belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kasus ini.

Selanjutnya: OJK Naikkan Free Float Jadi 15%, Bank Kecil Harus Bersiap Gelar Aksi Korporasi

Menarik Dibaca: Ini 5 Aset Kripto Top Gainers saat Pelemahan Pasar Tak Terbendung




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×