kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Harga Produk Apple Naik Efek Tingginya Chip AI, Harga Macbook Neo Jadi US$ 699


Kamis, 25 Juni 2026 / 19:58 WIB
Harga Produk Apple Naik Efek Tingginya Chip AI, Harga Macbook Neo Jadi US$ 699
ILUSTRASI. MacBook neo (Kontan/Francisca Bertha )


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Apple menaikkan harga sejumlah produk iPad dan MacBook pada Kamis (25/6/2026). Apple beralasan kenaikan dilakukan lantaran tidak lagi dapat menahan lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan yang dipicu oleh ekspansi pusat data industri kecerdasan buatan (AI).

Kenaikan harga ini tidak berdampak pada iPhone, produk utama perusahaan. Namun, harga awal MacBook Neo laptop termurah Apple yang dirancang untuk bersaing di segmen Windows dan Chromebook murah naik dari US$ 599 menjadi US$ 699 hanya beberapa bulan setelah peluncurannya.

Langkah ini menegaskan bahwa bahkan Apple, perusahaan teknologi dengan nilai pasar terbesar di dunia dan rantai pasok yang sangat kuat, tidak kebal terhadap lonjakan harga komponen memori yang kini menekan prospek penjualan smartphone dan PC secara global.

Baca Juga: Pasokan Timur Tengah Mengalir, Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Sebelum Perang

Produsen chip memori seperti Micron disebut memprioritaskan pesanan dari perusahaan AI seperti Nvidia, yang tengah membangun infrastruktur pusat data besar-besaran. Hal ini membuat pasokan untuk produsen perangkat elektronik menjadi terbatas, sehingga mendorong kenaikan harga produk konsumen.

Apple dalam pernyataannya mengatakan bahwa kenaikan biaya kali ini sangat tidak biasa.

“Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar dan secepat ini,” kata Apple. Perusahaan itu menambahkan bahwa selama ini mereka berupaya melindungi konsumen dari dampak kenaikan tersebut, namun kini tidak lagi memungkinkan untuk mempertahankannya.

Apple juga menaikkan harga beberapa produk lainnya, termasuk MacBook Air dengan penyimpanan 512 GB yang naik dari US$ 1.099 menjadi US$ 1.299, serta MacBook Pro 1 TB dari US$ 1.699 menjadi US$ 1.999. iPad Air 128 GB juga naik dari US$599 menjadi US$749.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya telah memperingatkan bahwa biaya memori yang meningkat akan mulai berdampak pada profitabilitas perusahaan. Meski sempat terbantu oleh stok persediaan, tekanan biaya diperkirakan akan meningkat pada kuartal-kuartal berikutnya.

Apple menyebutkan bahwa perusahaan akan menghadapi “biaya memori yang jauh lebih tinggi”, yang berpotensi menekan margin keuntungan.

Baca Juga: Impor Emas China Turun 38%, Tapi Cadangan Emas Terus Bertambah

Harga Dynamic Random Access Memory (DRAM) dilaporkan melonjak hingga 98% pada kuartal pertama 2026 dan diperkirakan naik lagi 58%–63% pada kuartal berikutnya. Lonjakan ini disebut sebagian analis sebagai “RAMageddon”.

Kenaikan tersebut dipicu oleh permintaan besar dari pembangunan pusat data AI, di mana perusahaan seperti Nvidia mengamankan kontrak jangka panjang dengan produsen memori. Micron sendiri melaporkan telah mengunci kesepakatan senilai US$22 miliar untuk menjamin pasokan.

Kenaikan biaya ini diperkirakan akan menekan penjualan perangkat elektronik secara global. Lembaga riset IDC memperkirakan pasar smartphone akan mengalami penurunan tahunan terbesar hingga 14%, sementara pasar PC diperkirakan turun 11,3%.

Di sisi lain, MacBook Neo yang baru diluncurkan pada Maret sebelumnya menjadi salah satu pendorong positif penjualan Apple. Namun, dengan kenaikan harga terbaru, keunggulan harga produk tersebut terhadap pesaing seperti Dell XPS 13 dan beberapa Chromebook dari Lenovo serta Asus kini hilang.

Langkah Apple ini menunjukkan semakin kuatnya dampak “perlombaan AI” terhadap industri perangkat konsumen, yang kini ikut terdorong ke dalam tekanan biaya produksi yang meningkat tajam.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×