kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.942   -70,00   -0,39%
  • IDX 6.027   141,42   2,40%
  • KOMPAS100 798   23,24   3,00%
  • LQ45 602   15,33   2,61%
  • ISSI 206   5,24   2,60%
  • IDX30 343   8,23   2,46%
  • IDXHIDIV20 423   8,53   2,06%
  • IDX80 90   2,47   2,81%
  • IDXV30 113   2,98   2,70%
  • IDXQ30 110   2,17   2,01%

Ekonomi Irlandia tumbuh secepat China


Jumat, 18 Maret 2016 / 16:37 WIB


Reporter: Mesti Sinaga | Editor: Mesti Sinaga

Ekonomi Irlandia  tumbuh cepat. Tahun lalu, ekonomi negara grup musik The Corrs ini tumbuh hampir 7%. Pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan Amerika Serikat (AS) dan sama dengan pertumbuhan ekonomi China

Negeri emerald ini pun mencatatkan dirinya sebagai negara dengan ekonomi terbaik di zona euro dalam dua tahun terakhir ini. Dan, prestasi ini diperkirakan akan berlanjut tahun ini.

Sukses ekonomi Irlandia ini tidak turun begitu saja dari langit. Ekonomi negara ini sempat terkena hantaman berat krisis finansial dan resesi besar.

Kala itu, bank-bank besar di Irlandia  berada di ambang kehancuran akibat terlalu besarnya kredit bermasalah, khususnya untuk spekulasi properti.

Utang pemerintah Irlandia meroket, dan tingkat pengangguran menembus 15%, jauh lebih tinggi dibandingkan apa yang pernah dialami AS.   

Para pakar pun memperingatkan bahwa Irlandia, Spanyol dan Portugal bisa menjadi ‘Yunani berikutnya’.  Akibat kolapsnya pasar properti dan kejatuhan perbankannya, Irlandia akhirnya memperoleh suntikan utang internasional senilai US$ 73 miliar di 2013.

Namun, semua itu sudah berlalu. Kini angka pengangguran Irlandia susut menjadi 8,6% dan tak ada lagi pembicaraan mengenai gagal bayar Irlandia.

“Irlandia merupakan negara  dengan pemulihan ekonomi terbaik sejak resesi,” ujar Martin Schulz, Head of International Equity PNC Capital Advisors.

Bagaimana Irlandia memacu ekonominya?

Kata Schulz, langkah suksesnya terdengar sederhana: Irlandia secara cepat menghapuskan (write off)  kredit macet perbankan dan melakukan reformasi keuangan.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×