Sumber: Reuters,Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Perekonomian Malaysia melambat di kuartal tiga tahun ini. Kendati Departemen Statistik Malaysia mengumumkan, Jumat (16/10/2026), data awal menunjukkan ekonomi negeri jiran ini tumbuh 5,3% di kuartal tiga tahun ini
Kendati melambat dibanding kuartal sebelumnya, di mana ekonomi tumbuh 6%, realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal tiga tersebut masih lebih baik dari proyeksi analis. Konsensus proyeksi analis memprediksi ekonomi Malaysia cuma naik 5,1% di periode tersebut.
“Hasil yang tercapai secara garis besar sejalan dengan prakiraan kami dan menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan tetap kuat, meskipun melambat dibandingkan dengan pertumbuhan yang tinggi pada paruh pertama tahun 2026,” ujar Lavanya Venkateswaran, Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (16/10/2026).
Reuters melaporkan, selama periode Juli hingga September, pertumbuhan tercatat di semua sektor ekonomi kecuali sektor pertambangan dan penggalian. Sektor tersebut mengalami penurunan 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Anjlok 11%, Terburuk Sejak 1998 Setelah MSCI Soroti Status Pasar Indonesia
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal tiga lebih didorong oleh sektor jasa yang naik 5,4%. Selain itu, aktivitas manufaktur juga tumbuh 7,5%, ditopang oleh industri berorientasi ekspor.
Sektor konstruksi juga mencatatkan pertumbuhan 6%, yang sebagian didukung oleh peningkatan proyek pengembangan data center.
Malaysia, yang merupakan pusat data regional, telah memperoleh keuntungan dari lonjakan global dalam infrastruktur akal imitasi (AI), yang telah mendorong permintaan terhadap produk teknologi dan semikonduktor negara tersebut.
Pekan lalu, pemerintah Malaysia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 untuk kedua kalinya tahun ini. Pemerintah menargetkan ekonomi akan tumbuh mendekati batas atas kisaran prakiraan 4,8% hingga 5,3%.
Baca Juga: Miliarder China Ramai-Ramai Jual Saham untuk Bayar Pajak di Luar Negeri
Selain itu, Pemerintah Malaysia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahunan berada di kisaran 4,2% hingga 5,2% pada tahun 2027. Data final PDB kuartal ketiga akan dirilis pada 18 November.
Data pertumbuhan ekonomi ini juga membuka peluang kebijakan moneter yang lebih longgar oleh bank sentral Malaysia, yakni Bank Negara Malaysia. “Hal ini membuka lebar peluang bagi Bank Negara Malaysia menormalisasi suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin,” imbuh Lavanya.
Proyeksi dasar OCBC untuk penyesuaian tersebut adalah pada Januari, namun ada kemungkinan penyesuaian bisa terjadi pada pertemuan November. Bank sentral Malaysia telah mempertahankan suku bunga acuan sejak Mei tahun lalu. Saat itu, suku bunga diturunkan menjadi 2,75% di tengah ketidakpastian tarif global.














