Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Ekonomi Malaysia tumbuh 5,4% pada kuartal I-2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Data pemerintah yang dan bank sentral menyebutkan, pertumbuhan ekonomi ini sedikit di atas ekspektasi, dengan permintaan domestik yang kuat dan fundamental yang kokoh membantu mengimbangi guncangan ekonomi yang timbul dari konflik Timur Tengah.
Para ekonom yang disurvei oleh Reuters dan perkiraan awal yang dirilis oleh pemerintah memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto tahunan akan mencapai 5,3% pada periode Januari hingga Maret, melambat dari 6,3% pada kuartal terakhir tahun 2025.
Ekspansi pada kuartal pertama didorong oleh pengeluaran rumah tangga yang berkelanjutan, investasi yang stabil, dan pertumbuhan ekspor yang terus berlanjut, menurut departemen statistik dan Bank Negara Malaysia.
Baca Juga: BOJ: Jepang Akan Menghadapi Kenaikan Harga Makanan dan Fasilitas Pemandian Air Panas
"Pada titik ini, dampak konflik Timur Tengah terhadap Malaysia berhasil dikendalikan karena ekonomi memasuki periode ini dari posisi yang kuat yang didukung oleh fundamental yang kuat," kata Gubernur Bank Negara Malaysia Abdul Rasheed Ghaffour pada konferensi pers seperti dilansir Reuters, Jumat (15/5/2026).
Pada bulan Maret, bank sentral sedikit menaikkan perkiraan pertumbuhan untuk tahun 2026 menjadi kisaran 4% hingga 5%, dari proyeksi sebelumnya sebesar 4% hingga 4,5%, didukung oleh pengeluaran rumah tangga, ekspor yang stabil, dan pariwisata.
Ekonomi Malaysia tumbuh 5,2% tahun lalu, melampaui ekspektasi karena negara tersebut mencatat rekor perdagangan dan investasi yang disetujui.
Bank Negara Malaysia mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 2,75% untuk pertemuan kelima berturut-turut awal bulan ini, dengan mengatakan bahwa sikap kebijakan moneternya tepat dalam lingkungan stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan saat ini.
Baca Juga: Trump Mulai Kehilangan Kesabaran terhadap Iran, Tekan Teheran Segera Berdamai
Namun, bank sentral memperingatkan risiko terhadap pertumbuhan domestik dan inflasi, dengan mengatakan ketidakpastian mengenai durasi dan tingkat keparahan perang di Iran dapat membebani prospeknya.
Inflasi utama dan inflasi inti Malaysia rata-rata masing-masing sebesar 1,6% dan 2,1% pada kuartal pertama tahun 2026, kata bank sentral.
"Inflasi diperkirakan akan sedikit meningkat pada tahun 2026 meskipun tekanan harga tetap relatif terkendali hingga awal Mei," kata Abdul Rasheed.













