kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.920   10,00   0,06%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9% pada 2025, Lampaui Target Pemerintah


Jumat, 16 Januari 2026 / 12:53 WIB
Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9% pada 2025, Lampaui Target Pemerintah
ILUSTRASI. MALAYSIA-POLITICS/SABAH (REUTERS/Chalinee Thirasupa)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Perekonomian Malaysia mencatat pertumbuhan solid sepanjang 2025.

Berdasarkan estimasi awal pemerintah, produk domestik bruto (PDB) Negeri Jiran tumbuh 4,9% sepanjang tahun lalu, melampaui proyeksi pemerintah dan bank sentral yang berada di kisaran 4%–4,8%.

Kinerja ekonomi yang lebih baik ini terutama ditopang lonjakan pertumbuhan pada kuartal IV 2025. 

Pada periode Oktober–Desember, ekonomi Malaysia tumbuh 5,7% secara tahunan, lebih cepat dibandingkan kuartal III yang tumbuh 5,2%. Capaian tersebut menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal II 2024 yang mencatatkan pertumbuhan 5,9%.

Baca Juga: Ekonomi Malaysia Tumbuh 5,2% di Kuartal III-2025, Didukung Konsumsi Domestik

Departemen Statistik Malaysia menyebutkan, pertumbuhan pada kuartal terakhir 2025 didorong kinerja kuat sektor-sektor utama, seperti jasa, manufaktur, dan konstruksi. Selain itu, permintaan domestik yang tetap kuat turut menjadi penopang utama ekonomi.

Kepala Statistik Malaysia, Mohd Uzir Mahidin, mengatakan penguatan konsumsi dalam negeri menjadi faktor penting di balik pertumbuhan tersebut.

Di sisi eksternal, ekspor Malaysia juga menunjukkan kinerja yang relatif solid meski menghadapi gangguan perdagangan global. Ekspor tercatat tumbuh 15,7% secara tahunan pada Oktober, sebelum melambat menjadi sekitar 7% pada November.

Namun demikian, ketidakpastian perdagangan global masih membayangi prospek ekonomi ke depan. Amerika Serikat telah memberlakukan tarif sebesar 19% terhadap sebagian besar produk impor asal Malaysia.

Baca Juga: Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,5% pada Kuartal II-2025, Ditopang Konsumsi Domestik

Tekanan dari kebijakan tarif dan dinamika perdagangan global diperkirakan masih akan memengaruhi kinerja ekonomi pada 2026.

Pemerintah Malaysia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 4%–4,5%, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025. Data resmi PDB kuartal IV dan sepanjang 2025 dijadwalkan dirilis pada 13 Februari mendatang.

Dari sisi kebijakan moneter, para analis menilai Bank Negara Malaysia (BNM) cenderung mempertahankan sikap ketat.

Pada pertemuan terakhir November lalu, BNM menahan suku bunga acuan di level 2,75%, setelah memangkas suku bunga pada Juli 2024 untuk pertama kalinya dalam lima tahun sebagai langkah antisipasi terhadap risiko eksternal.

Ekonom Capital Economics Asia, Shivaan Tandon, menilai kondisi ekonomi yang masih solid membuat bank sentral tidak memiliki urgensi untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Baca Juga: Sesuai Konsensus, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04% di Kuartal III-2025

Sementara itu, ekonom Barclays, Brian Tan, bahkan memperkirakan BNM bisa beralih ke sikap lebih hawkish dengan potensi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,00% pada Mei.

Menurutnya, ketahanan ekonomi Malaysia yang terbukti lebih kuat dari perkiraan dapat memicu evaluasi ulang atas keputusan pemangkasan suku bunga tahun lalu yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak tarif terhadap perekonomian.

Selanjutnya: KKP Siapkan Lembaga Pemeriksa Halal Jadi Penggerak Industri Halal Perikanan

Menarik Dibaca: Starbucks hingga PHD Hemat! Ini 8 Daftar Promo Long Weekend Isra Miraj Paling Viral




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×