kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Ekspor China Tumbuh hingga 8,5% di Bulan April, Pertumbuhan Dua Bulan Berturut-Turut


Selasa, 09 Mei 2023 / 15:39 WIB
ILUSTRASI. Uang kertas yuan China.


Sumber: CNBC | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Nilai ekspor China kembali bertumbuh pada bulan April, menjadi pertumbuhan dua bulan secara berturut-turut.

Mengutip CNBC, ekspor China tumbuh 8,5% pada bulan April dalam dolar AS, sementara impor turun 7,9% dibandingkan dengan tahun lalu.

Sebelumnya, para ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan ekspor China akan naik 8% pada bulan April, sementara impor diperkirakan tidak akan berubah.

Di bulan sebelumnya, impor China turun 1,4% YoY dan ekspor mengalami lonjakan mengejutkan sebesar 14,8%. Pemerintah juga menunjukkan bahwa surplus perdagangan China tumbuh menjadi US$ 90,21 miliar di bulan April, naik dari surplus US$ 88,2 miliar di bulan Maret.

Baca Juga: Impor Minyak Mentah China pada April Turun ke Level Terendah Sepanjang Tahun Ini

Goldman Sachs pada hari Senin (8/5) menduga data perdagangan yang lebih lemah pada bulan April kemungkinan merupakan dampak dari liburan 
Tahun Baru Imlek tahun ini.

Data ekonomi China yang baru ini menunjukkan bahwa negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu tetap menjadikan sektor jasa sebagai andalan ketika data produksi pabrik cukup mengecewakan.

Setelah ini China dijadwalkan untuk melaporkan data inflasi pada hari Kamis. Menurut jajak pendapat Reuters, ekonom memperkirakan inflasi melambat menjadi kenaikan 0,3% YoY. 

Baca Juga: Isu Dedolarisasi Mengemuka, Bank-Bank Sentral Dunia Dongkrak Cadangan Emas

"Bankir bank sentral di China tampaknya memiliki sedikit kekhawatiran tentang deflasi, dinilai dari laporan kebijakan moneter triwulanan Bank Rakyat China (PBoC) dan risalah rapat," tulis Ekonom Bank Amerika (BofA) Global Research dalam laporannya.

Lebih lanjut, ekonom BofA mengatakan bahwa mereka memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat karena kesenjangan output menyempit pada tahun 2023, terutama setelah dimulainya siklus kredit baru.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×