Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Sebuah hubungan asmara diam-diam justru menjadi celah yang membuka jalan bagi aparat Meksiko untuk melacak dan menumbangkan salah satu gembong narkoba paling diburu di Meksiko.
Nemesio Oseguera, yang dikenal dengan julukan “El Mencho”, akhirnya terlacak setelah informasi dari lingkaran dekat pasangan romantisnya sampai ke pihak berwenang. Petunjuk itulah yang membawa aparat ke lokasi persembunyiannya di negara bagian Jalisco.
El Mencho tewas dalam operasi tersebut, sehingga memicu gelombang kekerasan di berbagai wilayah negara itu.
Melansir Reuters, pemerintah Meksiko pada Senin (23/11/2026) mengungkap kronologi pertama dari operasi yang menewaskan sedikitnya 62 orang. Korban terdiri dari 25 anggota Garda Nasional, 34 orang yang diduga anggota kartel, serta korban lainnya dalam bentrokan susulan.
Setelah kabar kematian El Mencho menyebar, loyalis kartel membakar mobil dan memblokir 85 titik jalan di lebih dari belasan negara bagian. Situasi sempat mencekam sebelum akhirnya diklaim mulai terkendali.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan kondisi perlahan kembali normal dan blokade jalan sudah bisa dikendalikan aparat.
Baca Juga: Nasib Keuangan Rusia di Ujung Tanduk: Ekspor Minyak Deras, Pendapatan Seret
Pukulan Telak untuk Kartel CJNG
Oseguera merupakan otak di balik Kartel Jalisco New Generation (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling kuat dan terorganisir di Meksiko. Kartel ini dikenal sebagai rival berat Kartel Sinaloa yang juga sama-sama berpengaruh.
Kematian El Mencho menjadi kemenangan besar bagi pemerintah Meksiko, terutama di tengah tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang mendesak penindakan tegas terhadap kartel narkoba.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, muncul kekhawatiran akan gelombang kekerasan baru. Seorang guru di Mexico City, Fabiola Cortes, mengaku situasi kali ini terasa lebih mengkhawatirkan karena belum jelas siapa yang akan menggantikan posisi El Mencho. Kekosongan kepemimpinan dinilai bisa memicu perebutan kekuasaan berdarah.
Operasi Militer dan Peran Intelijen AS
Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut El Mencho terluka dalam operasi pasukan khusus di kawasan hutan dekat Tapalpa, Jalisco. Ia kemudian dievakuasi dengan helikopter menuju Mexico City bersama dua pengawalnya, namun ketiganya meninggal dalam perjalanan.
Menurut Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla, petunjuk penting berasal dari orang dekat salah satu pasangan romantis Oseguera. Informasi itu memungkinkan aparat merencanakan serangan cepat ke markas sang bos kartel.
Pemerintah Meksiko mengakui adanya pertukaran informasi intelijen dengan Amerika Serikat untuk melacak lokasi target. Namun Presiden Sheinbaum menegaskan tidak ada keterlibatan langsung pasukan AS dalam operasi tersebut.
Baca Juga: JPMorgan Bidik ROE 17%, Tetap Disiplin Jaga Biaya di Tengah Gejolak Pasar
Di lokasi penggerebekan, aparat menemukan senapan dengan pelontar granat, peluncur roket, serta mortir.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)