kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.850   -55,00   -0,33%
  • IDX 8.372   100,24   1,21%
  • KOMPAS100 1.178   13,96   1,20%
  • LQ45 844   8,34   1,00%
  • ISSI 299   3,65   1,24%
  • IDX30 442   5,78   1,32%
  • IDXHIDIV20 527   4,58   0,88%
  • IDX80 131   1,47   1,13%
  • IDXV30 144   0,88   0,61%
  • IDXQ30 142   1,46   1,04%

Kematian Bos Kartel Meksiko Picu Aksi Balasan, Jalan Diblokir dan Kendaraan Dibakar


Senin, 23 Februari 2026 / 09:20 WIB
Kematian Bos Kartel Meksiko Picu Aksi Balasan, Jalan Diblokir dan Kendaraan Dibakar
ILUSTRASI. Militer Meksiko (REUTERS/Henry Romero)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dalam hitungan jam setelah tewasnya gembong narkoba Meksiko Nemesio Oseguera, yang lebih dikenal sebagai El Mencho, dalam operasi militer pada Minggu (22/2/2026), pria-pria bersenjata yang diduga pendukungnya memblokir jalan raya di sejumlah negara bagian serta membakar mobil dan tempat usaha.

Di beberapa kota, wisatawan dan warga diminta tetap berada di dalam ruangan, sementara para sopir truk disarankan mencari rute aman atau kembali ke depo hingga situasi mereda.

Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Senin (23/2), Didukung Sektor Chip dan Otomotif

Sejumlah maskapai, termasuk Air Canada, United Airlines, dan Aeromexico, membatalkan penerbangan menuju Puerto Vallarta, kota resor pantai tempat wisatawan merekam kepulan asap tebal dari kebakaran yang terjadi.

Aksi Balas Dendam dan Perebutan Kekuasaan

Gelombang kekerasan yang melanda lebih dari enam negara bagian itu kembali menghadirkan gambaran yang sudah akrab bagi warga Meksiko, yang selama dua dekade terakhir menyaksikan perang pemerintah melawan kartel narkoba.

Seorang anggota Jalisco New Generation Cartel (CJNG) mengatakan kepada Reuters bahwa aksi pembakaran dan tembakan sporadis dilakukan sebagai balasan atas tewasnya Oseguera.

Ia juga memperingatkan kemungkinan pertumpahan darah lanjutan ketika kelompok-kelompok lain berupaya mengambil alih kendali kartel tersebut.

Baca Juga: Dolar Australia dan NZ Bertahan Senin (23/2), Dolar AS Tertekan Isu Tarif

“Serangan dilakukan sebagai balas dendam atas kematian pemimpin, awalnya ditujukan kepada pemerintah. Namun setelah itu, pembunuhan internal akan terjadi oleh kelompok yang bergerak untuk mengambil alih,” ujarnya dengan syarat anonim.

Operasi militer yang menewaskan Oseguera berlangsung di kota Tapalpa, sekitar lima jam perjalanan dari Puerto Vallarta di pesisir Pasifik.

Serangan ke Aparat dan Blokade Nasional

Di negara bagian Jalisco, aparat melaporkan serangan terhadap pangkalan Garda Nasional dan merekomendasikan tamu hotel untuk tetap berada di dalam serta menghentikan sementara transportasi umum.

Rekaman yang dibagikan sumber keamanan pemerintah menunjukkan tank militer melintas di kawasan permukiman di negara bagian Aguascalientes, blokade di jalan tol Meksiko–Puebla, serta anggota kartel yang memblokir jalan di negara bagian Colima.

Baca Juga: Menteri Keuangan Otoritas Palestina Kunjungi Singapura dalam Lawatan Resmi Empat Hari

Negara bagian Guanajuato yang dikenal sebagai basis kuat CJNG melaporkan 55 insiden di 23 munisipalitas dengan 18 penangkapan. Hingga malam hari, otoritas menyatakan situasi telah terkendali.

Carlo Gutierrez, warga Guadalajara, ibu kota Jalisco, mengatakan banyak orang di grup WhatsApp saling mengimbau untuk tetap di rumah.

“Ada rasa takut dan sangat berhati-hati,” ujarnya.

Kekerasan Usai Penangkapan Tokoh Kartel

Sejarah menunjukkan bahwa penangkapan atau tewasnya pimpinan kartel sering memicu gelombang kekerasan, baik dari anggota yang membalas kematian pemimpin mereka maupun dari kelompok rival yang berebut wilayah.

Pada 2019, penangkapan Ovidio Guzman putra bos Kartel Sinaloa Joaquin Guzman sempat dibatalkan setelah memicu baku tembak luas. Penangkapannya kembali pada 2023 juga memicu kekerasan.

Baca Juga: Bursa Australia Turun Terseret Tarif AS, Saham Teknologi dan Energi Tertekan

Penangkapan bos Kartel Sinaloa Ismael Zambada pada 2024 memicu perebutan kekuasaan berdarah yang masih berlangsung hingga kini.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyatakan kesedihan dan kekhawatirannya atas kekerasan tersebut melalui media sosial.

“Tidak mengherankan jika para penjahat merespons dengan teror. Namun kita tidak boleh kehilangan keberanian,” katanya.

Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengakui adanya kekerasan, namun menekankan bahwa sebagian besar wilayah nasional tetap beraktivitas normal.

Selanjutnya: Naik! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Senin 23 Februari

Menarik Dibaca: Naik! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Senin 23 Februari




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×