kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Erdogan: Beberapa Negara Barat Menginginkan Perang Dunia III Meletus


Kamis, 21 November 2024 / 08:39 WIB
ILUSTRASI. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meyakini bahwa beberapa kekuatan Barat tampaknya berniat untuk meningkatkan konflik Ukraina menjadi perang dunia.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meyakini bahwa beberapa kekuatan Barat tampaknya berniat untuk meningkatkan konflik Ukraina menjadi perang dunia.

Melansir situs resmi pemerintah Turki, iletisim.gov.tr, sekembalinya dari KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SGO) di Astana, Kazakhstan, Erdogan menyatakan optimismenya bahwa perdamaian dapat dicapai terlepas dari semua yang telah terjadi.

Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini mengajukan proposal untuk menghentikan permusuhan di Ukraina, yang menggarisbawahi komitmen Moskow untuk berdialog. 

Namun, Ukraina dan para pendukungnya dari Barat menolak proposal ini sebagai suatu hal yang tidak realistis dan tidak jujur.

"Sayangnya, beberapa negara dan kalangan Barat menganjurkan tindakan yang akan menyebabkan pecahnya Perang Dunia III," kata Erdoğan.

Baca Juga: Ini Reaksi Dunia Atas Persetujuan Putin Terkait Doktrin Nuklir Baru Rusia

Erdogan menunjukkan bahwa kekuatan Barat masih memberikan bantuan militer kepada Ukraina, menuduh produsen senjata berusaha keras untuk mempertahankan agenda mereka.

"Para pedagang senjata membutuhkan pembiayaan, dan pasar Barat adalah tujuan yang jelas bagi mereka," jelas Erdogan. 

Sementara itu, Presiden Turki menyatakan bahwa ia menganjurkan dialog Rusia dan penyelesaian konflik di Ukraina secara damai. 

Tonton: BRICS Tawarkan Status Negara Mitra kepada Turki

Ia menegaskan kewaspadaan Ankara terhadap konflik tersebut dan menyatakan optimisme bahwa Kyiv dan Moskow akan segera mencapai kesepakatan damai.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×