kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Eskalasi Konflik AS-Iran Meluas, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Sebulan


Jumat, 17 Juli 2026 / 22:43 WIB
Eskalasi Konflik AS-Iran Meluas, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Sebulan
ILUSTRASI. Perang AS-Iran (via REUTERS/U.S. Central Command)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara memperluas sasaran serangan ke infrastruktur strategis.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global dan mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Pada Jumat (17/7/2026), militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah jembatan dan sebuah bandara di wilayah Iran.

Baca Juga: Harga Tiket Piala Dunia Melonjak di Atas US$ 7.500

Sebagai balasan, Iran menyerang fasilitas pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air di Kuwait, sekaligus melancarkan serangan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Ketegangan juga meningkat di jalur pelayaran strategis. Marinir AS menaiki sebuah kapal tanker di dekat Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya penegakan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sementara itu, sebuah kapal tanker kimia dilaporkan dibajak oleh kelompok bersenjata di Teluk Aden, dekat pintu masuk Laut Merah, sehingga memunculkan kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur pengiriman minyak dunia.

Baca Juga: Jeda Babak Final Piala Dunia 2026 Bakal Lebih Lama karena Pertunjukan Paruh Waktu

Meningkatnya eskalasi konflik mendorong harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 3% hingga mendekati US$ 87 per barel, level tertinggi sejak kesepakatan sementara yang dicapai sekitar satu bulan lalu. Di saat yang sama, pasar saham global melemah dan indeks utama Wall Street dibuka di zona merah.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan udara berskala besar terhadap infrastruktur Iran. Ia juga tidak menutup kemungkinan operasi militer darat di wilayah pesisir maupun pulau-pulau Iran.

Pejabat AS menyebut serangan di wilayah selatan Iran dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak opsi militer kepada Trump.

Namun, langkah tersebut dinilai berisiko memicu respons Iran dengan menyerang infrastruktur vital negara-negara Arab di kawasan Teluk yang menjadi sekutu AS, maupun mendorong kelompok Houthi di Yaman mengganggu jalur distribusi energi global melalui Laut Merah.

Dalam pernyataannya, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut sasaran serangan terbaru mencakup "infrastruktur logistik militer".

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Catat Penurunan Mingguan, Dipicu kekhawatiran Inflasi & Suku Bunga

Ini menjadi pertama kalinya sejak lebih dari sepekan terakhir AS secara terbuka menyatakan menyerang fasilitas infrastruktur.

Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya lima jembatan di wilayah selatan negara itu menjadi sasaran serangan.

Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas akibat serangan terhadap jembatan di pelabuhan Bandar Khamir, yang juga merusak stasiun kereta api. Sebuah bandara di Iranshahr, dekat perbatasan Pakistan, juga dilaporkan terkena serangan.

Reuters belum dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut, termasuk informasi mengenai serangan lain yang disebut menewaskan seorang perempuan dan melukai anaknya di Bandar Abbas.

Sebagai respons, Iran mengumumkan serangan terhadap negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, termasuk Bahrain, Qatar, dan Kuwait.

Pemerintah Kuwait menyatakan salah satu pembangkit listrik sekaligus fasilitas desalinasi air di negara tersebut mengalami kerusakan akibat serangan Iran. Insiden itu memicu kebakaran serta menghentikan operasi sejumlah unit pembangkit listrik.

Baca Juga: Investasi SpaceX Bikin Kekayaan Kepala SBA Kelly Loeffler Melonjak Jutaan Dolar

Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait menyatakan api berhasil dipadamkan, sementara tim teknis mulai melakukan penilaian kerusakan serta berupaya memulihkan pasokan listrik secepat mungkin.

Negara-negara Teluk sangat bergantung pada fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air laut untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan listrik.

Serangan terhadap fasilitas serupa pada Maret lalu sempat dianggap sebagai eskalasi besar yang mendorong tercapainya gencatan senjata pertama antara AS dan Iran.

Iran juga mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS di Kuwait, Qatar, Bahrain, serta stasiun radar AS di Oman.

Di Doha, ibu kota Qatar, ledakan terdengar di sejumlah lokasi, sementara Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan seorang anak terluka akibat serpihan ledakan.

Selain itu, Iran mengaku menyerang pangkalan militer AS di Al Tanf, Suriah, yang disebut sebagai lokasi pasukan khusus AS.

Namun, sumber militer Suriah menyatakan serangan hanya terjadi di sekitar pangkalan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan. CENTCOM juga memastikan tidak ada personel militer AS yang tewas atau ditangkap.

Di sektor maritim, konflik juga semakin meluas. Setelah kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang runtuh pada 7 Juli lalu, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, sementara AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Militer AS menyatakan telah menaiki sebuah kapal tanker sebagai bagian dari penegakan blokade tersebut.

Foto-foto yang dirilis memperlihatkan personel Marinir AS turun dari helikopter ke atas kapal tanker yang membawa bendera Iran.

Baca Juga: Juara Piala Dunia 2026 Tak Hanya Angkat Trofi, FIFA Siapkan Cincin Juara

Di luar kawasan Teluk, sebuah kapal tanker kimia berukuran kecil dibajak kelompok bersenjata di Teluk Aden. Salah satu sumber keamanan maritim menyebut insiden tersebut diduga berkaitan dengan pembajakan oleh kelompok Somalia, bukan aksi kelompok Houthi.

Meski demikian, aparat keamanan di Tanduk Afrika sebelumnya telah mengingatkan adanya potensi kerja sama antara Houthi dan kelompok perompak di kawasan tersebut.

Sejak kembali saling menyerang pekan lalu, AS dan Iran masih berupaya menghindari perang terbuka secara penuh. Namun, meluasnya sasaran serangan ke infrastruktur sipil dan ekonomi dinilai meningkatkan risiko eskalasi yang lebih besar.

Iran sebelumnya telah memperingatkan akan menyerang infrastruktur sipil di kawasan Timur Tengah apabila AS merealisasikan ancamannya untuk menghantam infrastruktur Iran.

Selain itu, Teheran juga mengisyaratkan dapat mendorong kelompok Houthi menutup Selat Bab al-Mandeb di pintu masuk Laut Merah, yang merupakan jalur alternatif utama pengiriman minyak dari Timur Tengah selain Selat Hormuz.

Menurut sejumlah sumber Reuters, Iran telah menginstruksikan Houthi untuk bertindak apabila AS menyerang infrastruktur strategis Iran.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×