kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Facebook mendesak pembukaan pemblokiran media sosial di Myanmar


Sabtu, 06 Februari 2021 / 18:59 WIB
ILUSTRASI. Facebook. REUTERS/Johanna Geron/Illustration


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Facebook sangat prihatin dengan perintah yang menutup akses internet di Myanmar dan meminta pihak berwenang untuk membuka blokir akses ke layanan media sosial, kata seorang pejabat dari perusahaan media sosial tersebut pada hari Sabtu.

Junta militer baru Myanmar telah memerintahkan pemblokiran Facebook dan platform media sosial lainnya dalam beberapa hari terakhir, tetapi akses internet diputus sama sekali pada hari Sabtu.

“Kami sangat prihatin dengan perintah untuk mematikan internet di Myanmar,” kata Rafael Frankel, direktur kebijakan publik Facebook, negara berkembang APAC. 

Baca Juga: Militer Myanmar menutup akses internet saat ribuan warga memprotes kudeta

"Kami sangat mendesak pihak berwenang untuk memerintahkan pemblokiran semua layanan media sosial," tambahnya.

Pemblokiran Facebook terjadi ketika tekanan internasional tumbuh pada junta Myanmar untuk menerima hasil pemilu November 2020 yang dimenangkan partai Suu Kyi secara telak.

Di Myanmar, penentangan terhadap junta muncul dengan sangat kuat di Facebook, yang merupakan platform internet utama untuk sebagian besar negara serta mendukung komunikasi untuk bisnis dan pemerintah.

Selanjutnya: Setelah Facebook, militer Myanmar blokir Twitter dan Instagram




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×