kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Faktor Politik Hambat MEA


Kamis, 20 Juni 2013 / 23:12 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memastikan, vaksinasi dosis ketiga ini gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Dessy Rosalina

KUALA LUMPUR. Ada tiga kendala dalam mencapai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ketiganya adalah ketidaksesuaian ambisi politik, kurangnya kemampuan dan minimnya agenda politik negara MEA.

Kesimpulan itu datang dari laporan CIMB ASEAN Research Institute (CARI). Peneliti CARI sekaligus profesor Monash University, Jorn Dosch mengungkapkan, politik dalam proses integrasi MEA menjadi faktor penting. Sayang, implementasi mewujudkan MEA jauh berbeda dengan yang telah dicanangkan. "Integrasi ekonomi di ASEAN tidak bisa berjalan mulus jika tidak disepakati dalam aturan mengikat. Anggota ASEAN sewaktu-waktu bisa keluar dari rencana," ujar Dosch dalam siaran persnya (20/6).

Group Chief Executive CIMB Group, Dato Sri Nazir Razak, mengatakan bukan saatnya lagi hanya beretorika. "Gaya ASEAN tidak boleh hilang dari budaya kita, tapi komitmen melakukan integrasi harus berdasarkan kesepakatan yang mengikat," lanjut Nazir.




TERBARU

[X]
×