kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Fasilitas nuklir Iran terbakar, ada kemungkinan sabotase


Kamis, 02 Juli 2020 / 19:28 WIB
ILUSTRASI. Sebuah api gas menyala di platform produksi minyak di ladang Soroush terlihat di samping bendera Iran di Teluk Persia, Iran, 25 Juli 2005.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Wali Kota Natanz Ramazanali Ferdosi mengatakan, penyebab insiden itu adalah api. Tapi, dia tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang penyebab kebakaran itu, kantor berita Tasnim melaporkan seperti Reuters lansir.

Sebuah tim ahli dari AEO sedang menyelidiki penyebab insiden tersebut. Beberapa ahli tidak mengesampingkan kemungkinan sabotase, mengingat pentingnya fasilitas nuklir Natanz.

"Menimbang apa yang disebut insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan di dekat pangkalan militer Parchin, kemungkinan sabotase tidak bisa dikesampingkan," kata seorang mantan pejabat nuklir Iran kepada Reuters.

Baca Juga: Israel: Iran menjadi negara paling berbahaya di Timur Tengah

"Juga fasilitas pengayaan Natanz telah ditargetkan di masa lalu oleh virus komputer," sebutnya, merujuk pada serangan pada 2010 oleh virus komputer Stuxnet yang merusak sentrifugal di situs tersebut dan diyakini virus itu dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Jumat (26/6) pekan lalu, sebuah ledakan terjadi di Timur Teheran, dekat sebuah kompleks militer, yang menurut pihak berwenang, akibat kebocoran tangki di fasilitas penyimpanan gas di area publik.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×