kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Festival Emas Terbesar Kedua Lesu: Mengapa Warga India Tak Lagi Borong Perhiasan?


Senin, 20 April 2026 / 03:54 WIB
Festival Emas Terbesar Kedua Lesu: Mengapa Warga India Tak Lagi Borong Perhiasan?
ILUSTRASI. Permintaan emas di festival Akshaya Tritiya India lesu, berbanding terbalik dengan tradisi. Apa penyebabnya? (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Permintaan emas selama perhelatan salah satu festival pembelian terbesar di India tetap lesu pada Minggu (19/4/2026). Pasalnya, harga emas yang mencapai rekor menekan pembelian perhiasan, meskipun ada sedikit peningkatan permintaan untuk investasi.

Informasi saja, mengutip Reuters, masyarakat India merayakan Akshaya Tritiya, festival pembelian emas terbesar kedua setelah Dhanteras, di mana membeli logam mulia dianggap membawa keberuntungan.

“Kenaikan harga yang tajam menekan permintaan perhiasan. Dari sisi volume, pembelian menurun karena konsumen menahan diri, meskipun dari sisi nilai, pengeluaran meningkat karena harga yang tinggi,” kata Amit Modak, CEO PN Gadgil and Sons, perusahaan perhiasan yang berbasis di Pune.

Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sebesar US$ 5.594,82 per ons troi pada 29 Januari dan kini diperdagangkan di kisaran US$ 4.861.

Harga kontrak berjangka emas di India, konsumen emas terbesar kedua di dunia, ditutup pada level 154.609 rupee (sekitar US$ 1.670) per 10 gram pada Jumat, hampir 63% lebih tinggi dibandingkan saat festival Akshaya Tritiya tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kapal Prancis Jadi Sasaran Tembakan di Selat Hormuz

Menurut Surendra Mehta, sekretaris nasional India Bullion and Jewellers Association, kecuali di beberapa negara bagian India bagian selatan, permintaan di wilayah lain tercatat lebih rendah dari biasanya.

Pembeli ritel kini cenderung beralih ke koin emas yang lebih mudah dicairkan, meskipun para peritel menawarkan diskon biaya pembuatan perhiasan untuk menarik minat konsumen, ujar seorang pedagang perhiasan di Mumbai.

Permintaan perhiasan di India pada 2025 turun 24% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara permintaan untuk investasi justru naik 17% ke level tertinggi sejak 2013, berdasarkan data World Gold Council.

Pola pembelian emas di India juga mulai berubah. Pembelian tidak lagi terkonsentrasi pada musim festival saja, karena konsumen yang sensitif terhadap harga cenderung membeli sepanjang tahun ketika harga sedang turun, kata seorang pedagang bullion di Mumbai.

Tonton: Gencatan Senjata Gagal Serangan Israel ke Lebanon Terus Berlanjut

India pada Jumat juga mengeluarkan daftar bank yang diizinkan mengimpor emas dan perak, memberikan kelegaan bagi bank-bank yang sebelumnya harus menghentikan impor karena keterlambatan publikasi daftar tersebut.




TERBARU

[X]
×