Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - India melihat peluang untuk menegosiasikan kesepakatan pasokan minyak dan gas yang lebih baik, seiring melambatnya impor minyak dari Rusia. Hal itu disampaikan Menteri Perminyakan India, Hardeep Singh Puri, pada Jumat.
Reuters melaporkan, menurut Puri, meningkatnya kebutuhan energi domestik memberi India posisi tawar yang lebih kuat dalam bernegosiasi dengan pemasok global. Saat ini, kilang-kilang minyak India juga terus mencari alternatif selain minyak Rusia.
India sebelumnya menjadi pembeli terbesar minyak mentah Rusia yang dijual dengan diskon melalui jalur laut, setelah invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, berbagai kendala akibat sanksi Barat mendorong kilang India untuk kembali meningkatkan impor dari sumber lain.
Meski pejabat India berhati-hati menyebut Rusia secara langsung, Puri mengakui pasokan dari “satu sumber” yang sempat melonjak pasca-Februari 2022 kini mulai berkurang.
Data dari sumber perdagangan menunjukkan impor minyak Rusia ke India pada Desember turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini turut mendorong pangsa OPEC dalam impor minyak India naik ke level tertinggi dalam 11 bulan.
Puri mengatakan lonjakan permintaan minyak India memberi negara itu sedikit posisi tawar di pasar global untuk memperoleh kesepakatan yang lebih baik.
Baca Juga: Dunia di Ambang Perang Besar: AS Siap Hantam Iran Habis-habisan?
Sebagai importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, India diyakini tidak akan kesulitan memenuhi kebutuhan energinya, mengingat pasokan global yang melimpah serta peningkatan produksi di negara-negara seperti Brasil, Guyana, Suriname, dan Amerika Serikat.
Untuk menutup penurunan impor dari Rusia, kilang-kilang India kini meningkatkan pembelian minyak dari Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan. Langkah ini juga diperkirakan dapat membantu India dalam negosiasi kesepakatan tarif dengan Washington.
Puri mengungkapkan, Bharat Petroleum Corp Ltd telah menggandakan nilai kontrak tahunan pembelian minyaknya dengan Petrobras asal Brasil.
Sementara itu, Indian Oil Corp (IOC), kilang terbesar di India, dilaporkan telah membeli sekitar 7 juta barel minyak untuk pengapalan Maret, termasuk dari Petrobras, guna menggantikan pasokan dari Rusia.
Tonton: Pertama Kalinya, Rusia dan Ukraina Duduk Bersama Bahas Perdamaian
Bulan lalu, IOC juga untuk pertama kalinya membeli minyak asal Kolombia, serta pertama kalinya mengimpor minyak mentah Oriente dari Ekuador.













