kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Filipina hentikan suntikan vaksin AstraZeneca untuk orang di bawah 60 tahun


Kamis, 08 April 2021 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. Kotak-kotak vaksin Covid-19 AstraZeneca.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Setelah digunakan secara ekstensif di Inggris dan Eropa, vaksin AstraZeneca ditetapkan untuk menjadi program vaksinasi andalan di banyak negara berkembang.

Meskipun ditemukan ada keterkaitan, EMA dan WHO menyatakan, manfaat vaksin tersebut jauh lebih besar daripada risikonya.

"Risiko kematian akibat COVID jauh lebih besar dibanding risiko kematian akibat efek samping langka ini," kata Direktur Eksekutif EMA Emer Cooke, Rabu, seperti dikutip Reuters.

AstraZeneca sebelumnya menyebutkan, hasil studinya tidak menemukan risiko penggumpalan darah yang lebih tinggi pada mereka yang divaksinasi dibanding populasi umum.

Para ilmuwan sedang menjajaki beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan pembekuan darah otak yang langka. Satu teori menyatakan, vaksin memicu antibodi yang tidak biasa dalam beberapa kasus yang jarang terjadi. 

Selanjutnya: Temuan Uni Eropa: Kemungkinan ada hubungan vaksin AstraZeneca & kasus pembekuan dara




TERBARU

[X]
×