kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Filipina Perpanjang Larangan Impor Beras hingga Akhir 2025


Selasa, 04 November 2025 / 19:45 WIB
Filipina Perpanjang Larangan Impor Beras hingga Akhir 2025
ILUSTRASI. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memutuskan memperpanjang larangan impor beras hingga akhir tahun 2025..  (Photo by Artur Widak/NurPhoto via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memutuskan memperpanjang larangan impor beras hingga akhir tahun 2025.

Kebijakan ini bertujuan melindungi petani lokal dari dampak masuknya beras impor yang lebih murah.

Baca Juga: David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Kesatria oleh Raja Charles

Sebelumnya, Marcos telah memberlakukan penangguhan impor beras selama 60 hari sejak 1 September 2025 untuk melindungi petani pada masa panen dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik.

Perintah perpanjangan tersebut, yang ditandatangani pada bulan lalu dan dibagikan ke media pada Selasa (4/11/2025), mencakup larangan impor terhadap jenis beras giling biasa dan beras giling baik, tetapi tidak termasuk varietas yang tidak umum diproduksi secara lokal.

Filipina, yang merupakan salah satu importir beras terbesar di dunia, mencatat impor sebanyak 4,8 juta ton metrik beras tahun lalu, sebagian besar berasal dari Vietnam dan Thailand.

Kenaikan harga beras di Filipina sebelumnya sempat mencapai puncak tertinggi dalam 15 tahun sebesar 24,4% pada Maret tahun lalu.

Baca Juga: Bos Goldman Sachs dan Morgan Stanley Peringatkan Potensi Koreksi Pasar Saham Global

Namun, laju inflasi beras kini mulai menurun, tercatat turun 16,9% pada September dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan harga beras tersebut membantu meredam tekanan inflasi secara keseluruhan, yang rata-rata hanya mencapai 1,7% selama sembilan bulan pertama tahun ini, di bawah target pemerintah sebesar 2,0%–4,0%.


Tag


TERBARU

[X]
×