kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Filipina Perpanjang Larangan Impor Beras hingga Akhir 2025


Selasa, 04 November 2025 / 19:45 WIB
Filipina Perpanjang Larangan Impor Beras hingga Akhir 2025
ILUSTRASI. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memutuskan memperpanjang larangan impor beras hingga akhir tahun 2025..  (Photo by Artur Widak/NurPhoto via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memutuskan memperpanjang larangan impor beras hingga akhir tahun 2025.

Kebijakan ini bertujuan melindungi petani lokal dari dampak masuknya beras impor yang lebih murah.

Baca Juga: David Beckham Resmi Dianugerahi Gelar Kesatria oleh Raja Charles

Sebelumnya, Marcos telah memberlakukan penangguhan impor beras selama 60 hari sejak 1 September 2025 untuk melindungi petani pada masa panen dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik.

Perintah perpanjangan tersebut, yang ditandatangani pada bulan lalu dan dibagikan ke media pada Selasa (4/11/2025), mencakup larangan impor terhadap jenis beras giling biasa dan beras giling baik, tetapi tidak termasuk varietas yang tidak umum diproduksi secara lokal.

Filipina, yang merupakan salah satu importir beras terbesar di dunia, mencatat impor sebanyak 4,8 juta ton metrik beras tahun lalu, sebagian besar berasal dari Vietnam dan Thailand.

Kenaikan harga beras di Filipina sebelumnya sempat mencapai puncak tertinggi dalam 15 tahun sebesar 24,4% pada Maret tahun lalu.

Baca Juga: Bos Goldman Sachs dan Morgan Stanley Peringatkan Potensi Koreksi Pasar Saham Global

Namun, laju inflasi beras kini mulai menurun, tercatat turun 16,9% pada September dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan harga beras tersebut membantu meredam tekanan inflasi secara keseluruhan, yang rata-rata hanya mencapai 1,7% selama sembilan bulan pertama tahun ini, di bawah target pemerintah sebesar 2,0%–4,0%.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×