kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Fitch dan S&P pangkas rating, Argentina diambang gagal bayar utang


Sabtu, 17 Agustus 2019 / 10:08 WIB
ILUSTRASI. Fitch dan S&P pangkas rating, Argentina diambang gagal bayar utang


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

Fitch memperkirakan ekonomi Argentina akan berkontraksi 2,5% pada 2019, turun dari perkiraan sebelumnya 1,7%. Fitch melihat utang pemerintah naik menjadi sekitar 95% dari produk domestik bruto pada 2019.

S&P memprediksi pertumbuhan ekonomi Argentina di 2019 akan jatuh 2,3%, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya penurunan 1,6%.

Baca Juga: Waspada, demam Argentina bisa menjangkiti negara lain

Alejo Czerwonko, ahli strategi pasar negara berkembang di Kepala Kantor Investasi Kekayaan Global UBS mengatakan, penurunan peringkat tidak akan secara substansial mengubah pikiran banyak orang tentang soliditas utang Argentina.

"Argentina sudah berperingkat jauh ke wilayah sampah dan ini mendorong peringkatnya sedikit lebih dalam, tetapi itu mengungkapkan sedikit informasi baru kepada investor," katanya.

Baca Juga: Presiden petahana Argentina kalah di pemilu, Bolsonaro: Waspada krisis ekonomi!

Fitch juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Argentina akan datar pada tahun 2020. Sementara S&P meramalkan pertumbuhan ekonomi Argentina tahun 2020 sebesar 0,5%, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 2,2%. Penurunan proyeksi ini didasari pertimbangan ketidakpastian atas kebijakan Fernandez bagi Argentina ke depan.

Fitch menyebutkan peluang Fernandez memenangkan pemilihan umum meningkat, sekaligus meningkatkan keraguan tentang masa depan rencana penghematan Macri yang didukung IMF. Maklum Fernandez memang orang yang skeptis dengan ramuan kebijakan IMF.

"Kami bisa menurunkan peringkat selama 12 bulan-18 bulan ke depan jika tekanan ekonomi dan keuangan terus meningkat," tulis S&P.




TERBARU

[X]
×