kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Fitch: Peringkat negara di Asia rawan downgrade


Selasa, 12 Juni 2012 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Jembatan Pelangi dan Menara Tokyo. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

HONG KONG. Fitch Ratings mulai mengingatkan negara-negara berkembang atas dampak krisis ekonomi yang terjadi di Eropa. Menurut lembaga pemeringkat ini, permasalahan keuangan di Benua Biru bisa menekan peringkat beberapa negara di Asia seperti Sri Lanka, India dan Indonesia. Secara umum, krisis itu juga bisa mengganggu sistem keuangan global.

"Sri Lanka adalah negara yang paling berisiko karena negara ini sangat tergantung pada pendanaan eksternal di saat neraca keuangannya lemah," papar Andrew Colquhoun, Kepala Fitch Ratings untuk Asia Pasifik.

Masalah yang sama juga sangat rentan bagi India dan Indonesia. Keduanya meraih peringkat BBB- dari Fitch, yang merupakan gelar investment grade terendah. Sedangkan peringkat Sri Lanka lebih rendah tiga tingkat di BB-.

Menurut Colquhoun, masalah Eropa menjadi satu-satunya faktor eksternal yang bisa mengguncang peringkat kredit perekonomian di Asia yang sedang berkembang. "Meskipun begitu, bukan berarti kami akan mengubah rating ke negara tersebut dalam jangka pendek," ujar Colquhoun.

Tahun lalu, ketergantungan pendanaan eksternal Sri Lanka mencapai 95% dari total cadangan devisa. Sedangkan India dan Indonesia memiliki ketergantungan likuiditas asing hingga 30% dari cadangan devisa yang dimiliki.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×