kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Fitch Ratings: Tren baru nasionalisme sumberdaya


Selasa, 23 Oktober 2012 / 16:46 WIB
ILUSTRASI. Paxel Market.


Sumber: Bernama |

KUALA LUMPUR. Fitch Ratings mendapati tren baru dalam penguasaan sumberdaya alam atau energi. Tren tersebut adalah nasionalisme sumberdaya. Di sini, pemerintah menghalangi proses akuisisi sebuah perusahaan energi lokal oleh perusahaan energi asing.

Contoh terbaru dari hal ini adalah keputusan Pemerintah Kanada menolak pengambilalihan kepemilikan Progress Energy Resources (PER) oleh Petronas. Petronas mengajukan penawaran harga CA$ 5,5 miliar untuk mengakuisisi 77% saham PER. Nilai tawaran ini tergolong premium dan sudah mendapat persetujuan dari pemilik saham PER.

Namun, pemerintah Kanada tak mengindahkan kesepakatan tersebut dan menolak transaksi ini. Kementerian Industri Kanada menyebut alasan penolakan tersebut adalah pemerintah tidak puas dengan tawaran tersebut karena kurang menguntungkan bagi Kanada.

Fitch melihat aksi serupa juga akan diterima oleh CNOOC Ltd. Saat ini, perusahaan minyak dari China ini tengah mengajukan tawaran akuisisi 100% saham Nexen, produsen hulu minyak dan gas asal Canada. Tawaran ini senilai CA% 15 miliar.

Fitch menyatakan pemerintah berada dalam tekanan untuk memaksimalkan kontrol terhadap sumberdaya alam sebagai penyangga menghadapi kenaikan harga komoditas dalam 10 tahun terakhir. Mereka menduga tak cuma Petronas yang mendapat perlakuan ini




TERBARU

[X]
×