kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Flu burung pada manusia di China mencapai 43 kasus


Sabtu, 13 April 2013 / 08:43 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan berjaga di depan beberpa logo perusahaan asuransi jiwa di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Jakara, Jumat (24/9)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/09/2021.


Sumber: NHK | Editor: Asnil Amri

BEIJING. Virus flu burung jenis H7N9 terus menyebar di kalangan kawasan timur China. Pada hari Jumat (12/4) pekan lalu, otoritas kesehatan China melaporkan ada lima baru yang terinfeksi virus H7N9 virus, dua diantaranya ada di Shanghai, serta tiga di Provinsi Zhejiang.

Sementara itu, di Shanghai, seorang pria berusia 74 tahun meninggal di rumah sakit. Jumlah kasus yang dikonfirmasi infeksi di kota Shanghai dan provinsi Jiangsu, Zhejiang dan Anhui naik menjadi 43, dan 11 diantaranya meninggal dunia.

Otoritas kesehatan setempat mengatakan, walaupun sudah banyak yang terserang, namun pihaknya belum menemukan adanya infeksi virus yang terjadi dari manusia ke manusia. Ada beberapa rincian tentang sumber infeksi, peneliti menemukan bahwa H7N9 virus telah terdeteksi pada ayam yang dijual di pasar.

Saat ini, pihak berwenang berusaha mencegah penyebaran penyakit ini dengan melarang perdagangan unggas hidup di China.




TERBARU

[X]
×