kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Flu burung pada manusia di China mencapai 43 kasus


Sabtu, 13 April 2013 / 08:43 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan berjaga di depan beberpa logo perusahaan asuransi jiwa di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Jakara, Jumat (24/9)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/09/2021.


Sumber: NHK | Editor: Asnil Amri

BEIJING. Virus flu burung jenis H7N9 terus menyebar di kalangan kawasan timur China. Pada hari Jumat (12/4) pekan lalu, otoritas kesehatan China melaporkan ada lima baru yang terinfeksi virus H7N9 virus, dua diantaranya ada di Shanghai, serta tiga di Provinsi Zhejiang.

Sementara itu, di Shanghai, seorang pria berusia 74 tahun meninggal di rumah sakit. Jumlah kasus yang dikonfirmasi infeksi di kota Shanghai dan provinsi Jiangsu, Zhejiang dan Anhui naik menjadi 43, dan 11 diantaranya meninggal dunia.

Otoritas kesehatan setempat mengatakan, walaupun sudah banyak yang terserang, namun pihaknya belum menemukan adanya infeksi virus yang terjadi dari manusia ke manusia. Ada beberapa rincian tentang sumber infeksi, peneliti menemukan bahwa H7N9 virus telah terdeteksi pada ayam yang dijual di pasar.

Saat ini, pihak berwenang berusaha mencegah penyebaran penyakit ini dengan melarang perdagangan unggas hidup di China.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×