kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45868,39   -1,11   -0.13%
  • EMAS947.000 1,07%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Foto satelit menunjukkan Korut bersiap meluncurkan kapal selam rudal balistik


Rabu, 31 Maret 2021 / 08:20 WIB
Foto satelit menunjukkan Korut bersiap meluncurkan kapal selam rudal balistik
ILUSTRASI. Korea Utara tampaknya tengah bersiap untuk meluncurkan kapal selam baru yang mampu menembakkan rudal balistik berkemampuan nuklir. KCNA/via REUTERS


Sumber: Telegraph | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Korea Utara tampaknya tengah bersiap untuk meluncurkan kapal selam baru yang mampu menembakkan rudal balistik berkemampuan nuklir. Intelijen AS dan Korea Selatan memantau secara menyeluruh perkembangan di galangan kapal Sinpo Utara.

Melansir The Telegraph, citra satelit terbaru dari galangan kapal, di pantai timur semenanjung, menunjukkan bahwa dermaga kering terapung telah diposisikan di samping dermaga peluncuran untuk aula konstruksi yang luas di mana persiapan kapal selam sedang diselesaikan.

Analisis gambar oleh para ahli dari think tank Stimson Center dan diposting di situs web 38 North menunjukkan kapal selam baru mungkin hampir selesai atau siap untuk diluncurkan dalam waktu dekat.

Berita tersebut muncul ketika anggota Dewan Keamanan Eropa meminta pertemuan mendesak pada Selasa (30/3/2021) untuk membahas peluncuran rudal balistik Korea Utara baru-baru ini, yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan sebelumnya, dengan kemungkinan sanksi tambahan terhadap Pyongyang.

Baca Juga: Joe Biden tidak berniat bertemu dengan Kim Jong Un

Peristiwa baru-baru ini menunjukkan bahwa Pyongyang kembali ke strategi diplomatik "api dan amarah" di masa lalu.

Mengutip The Telegraph, pada pekan lalu, Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek dari pantai timurnya, yang pertama diluncurkan dalam hampir setahun dan secara luas ditafsirkan sebagai tantangan pertama Pyongyang terhadap pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden.

Baca Juga: Korea Utara tolak tawaran adakan doa bersama dengan Korea Selatan saat Paskah

Berdasarkan ketentuan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Korea Utara dilarang menembakkan rudal balistik.

Pada hari Senin, Korea Utara menuduh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberlakukan standar ganda karena mengkritik peluncuran misilnya baru-baru ini.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan melalui kantor berita Korea Utara KCNA, seorang pejabat senior kementerian luar negeri membela peluncuran tersebut, dengan mengatakan, "Banyak negara lain di seluruh dunia yang menembakkan semua jenis proyektil."

 

Selanjutnya: Kim Jong Un muncul ke publik, sehari setelah Korea Utara luncurkan rudal

 




TERBARU

[X]
×